Di tengah tebalnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Disdik Kota Palangka Raya menerapkan penundaan waktu masuk sekolah.
Bagi siswa SD dan SMP, masuk sekolah dimulai pukul 08.00 WITA. Sementara siswa PAUD diberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Selain itu aktivitas di luar ruangan juga ditiadakan, dan semua pihak wajib mengenakan masker.
Menurut data Kemenkes, karhutla di Kalimantan telah menurunkan kualitas udara di kawasan tersebut. Beberapa daerah sudah masuk kategori wilayah dengan kualitas udara sangat buruk hingga berbahaya. Kasus ISPA di Kalimantan juga meningkat tajam.
Tak hanya di Pulau Borneo, kabut asap akibat karhutla ini juga sudah berdampak ke sejumlah negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Beberapa sekolah di kawasan tersebut bahkan sudah diliburkan.






Komentar (0)