Pengunjung memasuki ruang pamera Indonesian Custom Show di Jogja Expo Center.
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Bermacam mobil "custom" ditampilkan dalam acara Indonesian Custom Show.
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Sebuah keluarga menggunakan atribut khas penggemar otomotif saat mendatangi acara Indonesian Custom Show.
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Menjelang tengah hari, pengunjung terus berdatangan memasuki pintu dengan dekorasi mobil klasik pada ajang Indonesian Custom Show (ICS) di Jogja Expo Center, Yogyakarta, Sabtu (22/8/2026). Sebagian besar dari mereka menggunakan atribut khas penggemar otomotif seperti kaus berwarna hitam dan celana jeans.
Bagi para “petrolhead” (sebutan bagi penggemar fanatik otomotif), acara ICS menjadi agenda yang wajib mereka sambangi. Acara yang menampilkan lebih dari 200 kendaraan “custom” itu menjadi ajang menggali inspirasi dan melampiaskan hobi.
Beberapa pengunjung mengajak anak mereka memasuki tempat acara dengan harga tiket Rp 75.000 per orang. Sejumlah orang tua ingin menularkan hobi otomatif ke calon pewaris mereka.
Tahun ini acara tersebut digelar dengan durasi lebih lama yakni tiga hari. Lebih dari 500 pendaftar mengajukan hasil karya mereka untuk ditampilkan dalam pameran ini namun hanya sekitar 200 yang lolos kurasi.
“Kurasi menjadi bagian penting agar karya-karya yang hadir memberikan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung di ICS 2026,” kata B Kunto Wibisono, Show & Shine Director ICS. Sebagaimana layaknya sebuah pameran seni, mobil atau sepeda motor yang berhasil tampil di ajang ini akan menjadi wajah acara itu di mata penggemar otomotif dalam dan luar negeri.
Acara ini juga menjadi ajang para pelaku usaha rumah modifikasi untuk unjuk gigi. Mereka mendaftar dan mempersiapkan kendaraan yang akan ditampilkan jauh-jauh hari agar mampu nampak memikat.
Junky Garage Solotigo, misalnya, menghadirkan sebuah mobil Volkswagen (VW) Beetle tahun 1953 berwarna merah dan satu unit mobil VW “Kombi Single Cabin” tahun 1969 dalam ajang ini. “Mobil yang kami bawa sebenarnya mobil orisinal-an tapi kami lengkapi dengan pernak-pernik yang kami impor dan sejumlah aksesoris dari produsen lokal agar cocok dengan tema custom,” ujar Dhimas dari Junky Garage Solotigo.
Pria berkacamata itu berharap mobil-mobil yang diboyong dari tempat asalnya di Salatiga itu dapat menyabet penghargaan dalam ajang ini. Piala yang diraih tentunya akan meningkatkan pamor dari rumah modifikasi di mata kalangan penggemar otomotif.
ICS juga menggandeng para pelaku industri pernak-pernik dan busana yang bertema otomotif. Selain menjadi ajang para pelaku usaha rumah modifikasi menarik hati calon pembeli, acara ini juga menjadi motor pendorong bagi pegiat industri kreatif di bidang otomotif agar mampu memperluas pasar mereka.






Komentar (0)