Washington (ANTARA) - Sedikitnya 41 warga Minnesota dan Wisconsin di Amerika Serikat terinfeksi bakteri Salmonella dan E. coli di tengah wabah yang terkait dengan kecambah alfalfa, demikian penjelasan pejabat kesehatan negara bagian tersebut pada Jumat (21/8).
"Sebanyak dua puluh tiga warga Minnesota jatuh sakit antara 8 Juli dan 8 Agustus akibat Salmonella dan/atau beragam varian penghasil toksin Shiga (STEC). Dua orang dirawat di rumah sakit, dan tidak ada laporan kematian," kata Departemen Kesehatan Minnesota.
Pihak departemen meminta warga Minnesota untuk tidak mengonsumsi kecambah alfalfa yang dijual dengan merek Calco dan Everything Sprouts "akibat wabah E. coli penghasil toksin Shiga (STEC) yang terjadi di sejumlah negara bagian" serta wabah Salmonella.
Menurut pernyataan, penyelidik di Wisconsin telah mengidentifikasi 18 kasus dan kasus tambahan juga tercatat di negara bagian lainnya.
"Jumlah kasus kemungkinan akan bertambah seiring masih dilakukannya penyelidikan," jelas departemen itu.
Salmonella dapat menyebabkan demam, diare, mual, muntah, dan nyeri perut. Infeksi ini dapat menjadi serius, terutama pada anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Sumber: Sputnik / RIA Novosti
Baca juga: Wabah salmonella akibat jalapeno menyebar ke 27 negara bagian AS
"Sebanyak dua puluh tiga warga Minnesota jatuh sakit antara 8 Juli dan 8 Agustus akibat Salmonella dan/atau beragam varian penghasil toksin Shiga (STEC). Dua orang dirawat di rumah sakit, dan tidak ada laporan kematian," kata Departemen Kesehatan Minnesota.
Pihak departemen meminta warga Minnesota untuk tidak mengonsumsi kecambah alfalfa yang dijual dengan merek Calco dan Everything Sprouts "akibat wabah E. coli penghasil toksin Shiga (STEC) yang terjadi di sejumlah negara bagian" serta wabah Salmonella.
Menurut pernyataan, penyelidik di Wisconsin telah mengidentifikasi 18 kasus dan kasus tambahan juga tercatat di negara bagian lainnya.
"Jumlah kasus kemungkinan akan bertambah seiring masih dilakukannya penyelidikan," jelas departemen itu.
Salmonella dapat menyebabkan demam, diare, mual, muntah, dan nyeri perut. Infeksi ini dapat menjadi serius, terutama pada anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Sumber: Sputnik / RIA Novosti
Baca juga: Wabah salmonella akibat jalapeno menyebar ke 27 negara bagian AS






Komentar (0)