jpnn.com - SAMBAS – Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI meresmikan reaktivasi pengoperasian Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk–Pos Kawalan Sempadan (PKS) Telok Melano sebagai jalur perlintasan resmi masyarakat perbatasan Indonesia–Malaysia.
Peresmian ditandai melalui Soft Launching Reaktivasi Pengoperasian PLB Temajuk–PKS Telok Melano di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Jumat (21/8/2026).
BACA JUGA: BNPP Gelar Upacara HUT ke-81 RI Serentak di 15 Pos Lintas Batas Negara
Peresmian dilakukan Sekretaris BNPP RI Makhruzi Rahman mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI.
BACA JUGA: BNPP RI Raih WTP ke-12, Tegaskan Akuntabilitas Anggaran Pengelolaan Kawasan Perbatasan
BNPP RI meresmikan reaktivasi pengoperasian PLB Temajuk–Pos Kawalan Sempadan (PKS) Telok Melano di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Jumat (21/8/2026). Foto: Humas BNPP RI
Prosesi ditandai dengan pemotongan pita bersama Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Bupati Sambas, dan Pengarah Kastam Diraja Malaysia Datuk Haji Norizan Bin Haji Yahya, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti peresmian Gedung PLB Temajuk.
BACA JUGA: BNPP Perkuat Koordinasi Rencana Aksi PBWN-KP 2026, Wujudkan Perbatasan Beranda Terdepan Negara
"Alhamdulillah, hari ini Jumat tanggal 21 Agustus 2026, Pos Lintas Batas Temajuk di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, sah untuk menyelenggarakan pelayanan lintas antarnegara bagi masyarakat perbatasan Indonesia dan Malaysia," ujar Makhruzi.
Reaktivasi perlintasan Temajuk–Telok Melano merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Border Crossing Agreement (BCA) Indonesia–Malaysia pada 8 Juni 2023 serta hasil Persidangan Ke-19 Sekretariat Bersama Kelompok Kerja/ Jawatan Kuasa Kelompok Sosial Ekonomi Malaysia–Indonesia (Sekber KK/JKK Sosek Malindo) Tahun 2026.
Makhruzi mengatakan, pengoperasian kembali jalur perlintasan tersebut menjadi jawaban atas aspirasi masyarakat terkait pembukaan akses Temajuk–Telok Melano.
Menurutnya, pembukaan perbatasan merupakan proses yang membutuhkan kesepakatan dan kesiapan kedua negara karena berkaitan langsung dengan aspek kedaulatan.
"Launching dan aktivasi PLB yang kita selenggarakan hari ini merupakan jawaban dari harapan, impian, dan pertanyaan publik selama ini mengenai kapan sempadan Temajuk dan Telok Melano kembali dibuka. Membuka gerbang negara merupakan bagian dari penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara," kata Makhruzi.
Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, Makhruzi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan reaktivasi perlintasan tersebut, khususnya melalui kerja sama sosial ekonomi antara Provinsi Kalimantan Barat dan Negeri Sarawak.
"Ini merupakan babak baru untuk membuka kembali interaksi, mobilitas sosial, budaya, dan tradisi warga negara di sempadan kedua negara," ucapnya.
Menurut Makhruzi, reaktivasi perlintasan Temajuk–Telok Melano tidak hanya berkaitan dengan pembukaan akses secara fisik, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat hubungan ekonomi, sosial, budaya, perdagangan, serta pariwisata kedua negara.
Pemerintah berharap keberadaan jalur tersebut dapat memperlancar mobilitas orang dan barang sekaligus memberikan manfaat yang seimbang bagi masyarakat perbatasan.
Untuk tahap awal, mekanisme akses dan dokumen perjalanan masih mengacu pada koridor BCA Indonesia–Malaysia Tahun 2023.
Makhruzi menyampaikan, pemerintah ke depan berkomitmen meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan setelah kawasan tersebut dikembangkan menjadi Pos Lintas Batas Negara (PLBN), termasuk melalui penggunaan paspor sesuai ketentuan yang berlaku.
Sejalan dengan reaktivasi perlintasan, BNPP RI juga melihat sejumlah peluang pengembangan kawasan Temajuk dan Telok Melano.
Salah satunya adalah pengembangan koridor pariwisata bahari yang menghubungkan kawasan perbatasan dengan destinasi lain di sekitarnya, baik di Malaysia seperti Sematan, Kuching, dan Miri, maupun di Indonesia seperti Singkawang, Serasan, dan Natuna.
Selain itu, terdapat gagasan pengembangan Temajuk sebagai kawasan ekonomi yang terintegrasi dengan fungsi pelayanan pintu gerbang negara, termasuk pelayanan kepabeanan, keimigrasian, karantina, dan fungsi terkait lainnya sesuai tipologi serta status kawasan.
Dalam jangka panjang, pengembangan Temajuk juga berpotensi diarahkan sebagai kawasan ekonomi khusus sektor pariwisata perbatasan atau model pengembangan strategis lainnya yang sesuai dengan kebutuhan kawasan.
Makhruzi berharap sinergi antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan terus diperkuat untuk menyusun desain pembangunan Temajuk secara terpadu.
Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada tingkat bilateral lokal, tetapi dapat berkembang melalui forum kerja sama kawasan yang lebih luas.
"Kita berharap persahabatan dan kerja sama antarnegara yang telah dihasilkan oleh Sosekda Kalimantan Barat dan Negeri Sarawak dapat berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi, seperti forum kerja sama Indonesia–Malaysia–Thailand Growth Triangle," tutur Makhruzi.
Reaktivasi perlintasan Temajuk–Telok Melano menjadi langkah konkret untuk menghadirkan kembali konektivitas resmi di kawasan perbatasan sekaligus membuka ruang interaksi yang lebih luas bagi masyarakat kedua negara.
Terhubungnya akses ini diharapkan memberi manfaat langsung bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di kedua sisi perbatasan. (sam/jpnn)
Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu





Komentar (0)