Kiai Sepuh Serukan Muktamar Ke-35 NU Bersih dari Transaksi dan Pengondisian, Ini 7 Seruan Moral

disway.id
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Sejumlah kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) menjijikkan agar Muktamar Ke-35 NU berlangsung dingin, jujur, adil, berintegritas, dan paksaan. 

Mereka mengingatkan seluruh pihak agar tidak mencederai forum permusyawaratan tertinggi NU dengan transaksi kepentingan, tekanan, manipulasi, maupun pengondisian dalam proses pemilu.

Seruan tersebut disampaikan dalam Forum Silaturahmi Para Kiai yang digelar di Gedung PBNU Lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026. Forum itu menghadirkan sejumlah kiai sepuh, baik secara langsung maupun berani.

Sejumlah tokoh yang hadir secara langsung antara lain KH Ma'ruf Amin, KH Abdullah Ubab Maimoen, KH Ali Akbar Marbun, KH Muadz Thohir, KH Ahmad Haris Shodaqoh, KH Athoillah Sholahuddin Anwar, KH Muhyiddin Ishaq, dan KH Muhibbul Aman Aly.

BACA JUGA:Gus Ipul: Tambakberas Siap Sambut Muktamar Ke-35 NU

Sementara secara berani hadir KH Said Aqil Siroj, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH Ahmad Mustofa Bisri, KH Anwar Manshur, KH Zuhri Zaini, KH Idris Hamid, dan KH Nuruzzahri.

Mustasyar PBNU KH Ma'ruf Amin mengatakan pertemuan tersebut dilatarbelakangi memungkinkan terhadap dinamika yang berkembang menjelang Muktamar Ke-35 NU.

Menurut Ma'ruf, terdapat sejumlah isu yang dinilai, terutama munculnya cara-cara yang tidak terpuji dalam upaya mempengaruhi proses Muktamar.

“Ada isu-isu yang dikutuk karena ditandai cara tidak terpuji untuk upaya-upaya dalam Muktamar yang akan datang,” kata Ma'ruf.

BACA JUGA:Muktamar Ke-35 NU Siap Digelar di Jombang, Ketua Umum PBNU Pastikan Tidak Ada Cawe-cawe Presiden

Pemilihan Gedung PBNU sebagai lokasi pertemuan, kata dia, dimaksudkan agar forum tersebut membawa pesan moral yang semata-mata ditujukan untuk kepentingan NU, bukan kepentingan kelompok atau individu tertentu.

Oleh karena itu, Ma'ruf meminta Muktamar Ke-35 NU tidak dicederai oleh berbagai isu, khususnya mengenai mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

“AHWA itu adalah representasi para ulama untuk memilih rais aam yang lahir dari hati nurani,” ujar Wakil Presiden RI periode 2019-2024 tersebut.

Ma'ruf menegaskan AHWA harus diisi oleh ulama yang memiliki kapasitas dan integritas. Prosesnya pun harus terbebas dari titipan, pesanan, maupun transaksi kepentingan. “Benar-benar tidak merupakan paket pesanan apalagi transaksi,” katanya.

Ia juga menekankan agar pelaksanaan Muktamar tetap berpegang pada akhlak NU dan tidak dicampuri kepentingan pihak mana pun.

  • 1
  • 2
  • 3
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Terungkap, Begini Modus Bisnis Fiktif yang Menjerat Ruben Onsu
• 11 jam lalu
0
thumb
Kabar Terbaru Kasus Pembunuhan Bocah Disabilitas di Merauke, Ayah Jadi Tersangka
• 6 jam lalu
0
thumb
Karhutla Hanguskan 10,65 Hektare Lahan di Penajam Paser Utara
• 14 jam lalu
0
thumb
Jalani Masa Tahanan, Bobot Richard Lee Turun 5 Kilogram hingga Alami Penurunan Saturasi Oksigen
• 16 jam lalu
0
thumb
Jalur Trans Flores Kembali Bisa Dilalui Setelah Tertutup Longsor
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.