Jakarta, tvOnenews.com - Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 menandai kolaborasi antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan dengan India dari Vantara.
Faunaland Indonesia dan Vantara mendapat apresiasi dari Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni atas kontribusi mereka dalam memperkuat perlindungan satwa liar dan keanekaragaman hayati Indonesia.
Apresiasi tersebut diberikan kepada CEO Faunaland Danny Gunalen dan CEO Vantara Sir Ajit Kulkarni dalam rangkaian HKAN 2026 pada Sabtu (22/8/2026).
Kerja sama keduanya tidak hanya menyasar pengembangan kapasitas, tetapi juga kesehatan satwa serta respons terhadap kondisi darurat di lapangan.
Salah satu langkah yang menjadi sorotan adalah dukungan Vantara berupa lima unit Vantara Animal Ambulance untuk Indonesia.
Kendaraan khusus tersebut dirancang membantu proses evakuasi satwa liar, terutama gajah, sekaligus memungkinkan tim dokter hewan memberikan penanganan medis awal ketika satwa berada dalam kondisi darurat.
Langkah itu dinilai relevan karena perlindungan Gajah Sumatra menghadapi tantangan serius akibat penurunan populasi dan fragmentasi habitat.
Kementerian Kehutanan sebelumnya menyebut kantong habitat gajah yang dahulu berjumlah lebih dari 44 lokasi kini tersisa sekitar 21 kantong yang terfragmentasi.
Tak berhenti di ambulans, Vantara juga disebut akan mendukung pencegahan ancaman Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV) pada Gajah Sumatra melalui penyediaan vaksin.
Kerja sama kesehatan gajah antara Indonesia, Faunaland dan Vantara sendiri telah berjalan sejak 2025, termasuk pembahasan revitalisasi Rumah Sakit Gajah di Taman Nasional Way Kambas.
CEO Faunaland Danny Gunalen menyambut apresiasi Kementerian Kehutanan sebagai dorongan untuk memperluas kolaborasi konservasi.
"Kami berterima kasih atas apresiasi yang diberikan Kementerian Kehutanan. Bagi kami, apresiasi ini bukan hanya merupakan pengakuan atas apa yang telah dilakukan, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga satwa dan keanekaragaman hayati Indonesia," kata Danny.
Sebelumnya, Kemenhut dan mitra terkait juga telah mengidentifikasi kebutuhan mendesak Rumah Sakit Gajah Way Kambas, termasuk ambulans khusus gajah serta rencana revitalisasi atau pembangunan fasilitas baru.
"Kami percaya konservasi tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja bersama, pertukaran pengetahuan, serta dukungan teknologi dan keahlian agar upaya perlindungan satwa di Indonesia semakin kuat dan berkelanjutan,” tutup Danny.





Komentar (0)