VIVA – Ruben Onsu buka suara setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana investasi senilai Rp3,5 miliar. Melalui unggahan terbaru di Instagram, Ruben menyampaikan perkembangan yang sedang dihadapinya.
Dalam keterangannya, Ruben tidak hanya menyinggung pemberitaan mengenai kasus tersebut. Ia juga mengungkap sejumlah hal yang dilakukan selama proses hukum berjalan, termasuk upaya mencari bukti dan melakukan tabayyun melalui pihak yang dikenalnya.
Sebagaimana diketahui, kasus yang menjerat Ruben dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Polisi menyebut perkara tersebut berkaitan dengan dugaan penipuan dan/atau penggelapan dana investasi dengan nilai Rp3,5 miliar. Polisi juga telah melakukan penyidikan serta memeriksa lebih dari enam saksi, termasuk saksi ahli.
Di tengah proses tersebut, Ruben mengaku masih berusaha melengkapi berbagai data dan bukti yang berkaitan dengan keterangannya dalam pemeriksaan. Ia juga menyatakan ingin menyelesaikan persoalan tersebut dengan cara yang baik dan kekeluargaan.
Berikut sejumlah aktivitas yang diungkap Ruben Onsu, sebagaimana dihimpun Viva pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
1. Berupaya melakukan tabayyun
Ruben menyebut dirinya telah mencoba melakukan tabayyun selama proses kasus berlangsung. Upaya tersebut dilakukan melalui seorang teman, tetapi menurutnya belum menghasilkan titik temu. "Selama proses ini berjalan, saya juga sudah berupaya melakukan tabayun melalui teman kami, namun memang belum menemukan titik temu," ungkapnya.
2. Mengumpulkan bukti untuk pemeriksaan
Selain melakukan tabayyun, Ruben mengatakan masih mengumpulkan sejumlah bukti yang berkaitan dengan keterangannya dalam pemeriksaan. Bukti tersebut menurutnya diperlukan untuk menunjukkan kesesuaian antara data dan keterangan yang disampaikan.
"Di sisi lain, saya terus mengumpulkan bukti-bukti yang berkaitan dengan apa yang saya sampaikan dalam pemeriksaan, dengan tujuan menunjukkan kesesuaian data dan keterangan yang ada."
Ruben mengatakan proses pencarian bukti tidak mudah. Ia menyebut beberapa orang yang sebelumnya bekerja bersamanya sudah tidak lagi bekerja dan sulit dihubungi.
3. Mencari data dengan akses terbatas
Kondisi tersebut membuat Ruben harus mencari dan mengumpulkan bukti secara bertahap. Ia mengaku memiliki keterbatasan akses dalam proses pencarian data yang dibutuhkan.






Komentar (0)