Balita Meninggal di Posko Pengungsian Gempa NTT karena Kedinginan

liputan6.com
6 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Perjuangan hidup seorang anak korban gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, harus berakhir di tengah kondisi dingin di posko pengungsian. Mario Calviano Guru (2), balita asal Nagekeo, meninggal dunia, Kamis (20/8/2026).

Ia sempat bertahan di Posko Pengungsian Bukit Puta pascagempa yang melanda wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026 lalu. Menurut keterangan pihak keluarga, korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawa balita tersebut tidak berhasil diselamatkan.

Advertisement

BACA JUGA: Percepatan Penanganan Gempa NTT

Afik, seorang relawan sekaligus warga setempat, membenarkan informasi duka tersebut. Ia menyebut Calviano merupakan salah satu anak yang bertahan bersama keluarganya di tengah keterbatasan fasilitas pengungsian.

Selama berada di sana, kondisi kesehatan korban terus menurun. Ia menyebut kondisi di pengungsian serba terbatas.

Minimnya persediaan selimut membuat sebagian besar warga Desa Marapokot harus bertahan di tengah dinginnya malam. Situasi ini semakin diperparah dengan krisis air bersih.

"Anak ini jatuh sakit, sempat dirawat, tapi akhirnya meninggal dunia," kata Afik.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Aktivitas Sekolah di Sampit Normal meski Dikepung Kabut Asap, Siswa Wajib Bermasker
• 14 jam lalu
0
thumb
Harga Cabai Rawit hingga Telur Ayam Sama-sama Naik Hari Ini
• 6 jam lalu
0
thumb
Tepat di Hari Ruben Onsu Ditetapkan jadi Tersangka Dugaan Penipuan Investasi, Sarwendah Panjang Lebar Curhat Seperti ini
• 8 jam lalu
0
thumb
Mengenal Fungsi Hair Oil dan Cara Pakainya
• 9 jam lalu
0
thumb
1.842 Titik Panas Terdeteksi di Pulau Kalimantan
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.