Aktivitas Sekolah di Sampit Normal meski Dikepung Kabut Asap, Siswa Wajib Bermasker

rctiplus.com
8 jam lalu
Cover Berita
Aktivitas Sekolah di Sampit Normal meski Dikepung Kabut Asap, Siswa Wajib BermaskerNasional | inews | Sabtu, 22 Agustus 2026 - 01:09Dengarkan Berita

SAMPIT, iNews.id – Aktivitas belajar mengajar di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, tetap berlangsung meski dikepung kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Pihak sekolah hanya memundurkan jam masuk belajar dan mewajibkan siswa memakai masker.

Kebijakan itu salah satunya diterapkan SMP Negeri 1 Sampit. Pihak sekolah memutuskan memundurkan jam masuk belajar sekitar setengah jam dari waktu normal mulai Jumat (21/8/2026).

Langkah penyesuaian ini diambil demi melindungi kesehatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan dari paparan asap pekat pada pagi hari. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 1 Sampit, Yuli Karyati menjelaskan, jadwal belajar yang sebelumnya dimulai pukul 06.30 WIB kini digeser menjadi pukul 07.00 WIB. 

"Pihak sekolah memundurkan jam masuk dari semula pukul 06.30 WIB menjadi pukul 07.00 WIB, atau menyesuaikan dengan kondisi, situasi, dan jarak pandang. Penyesuaian ini bersifat situasional," kata Yuli Karyati.

Baca Juga:Prihatin! Tanpa Siswa Baru, SDN di Sidoarjo Hanya Miliki 12 Murid

Yuli menambahkan, jika kondisi kabut asap di wilayah Kotawaringin Timur semakin memburuk dan membahayakan pernapasan, pihak sekolah tidak menutup kemungkinan akan mengambil tindakan tegas dengan memulangkan para siswa lebih awal. 

Memburuknya kualitas udara juga disosialisasikan kepada para murid. Siswa diimbau untuk selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah maupun di lingkungan sekolah guna menghindari risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Menyikapi semakin parahnya kabut asap, menggunakan masker adalah hal utama yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan agar tidak terpapar dampak bau asap yang menyengat," ujar Kholifah Firdayani, siswi kelas 9 SMPN 1 Sampit. 

Para siswa dan civitas akademika berharap penanganan karhutla di Kalimantan Tengah dapat segera tuntas sehingga aktivitas belajar mengajar di sekolah dapat kembali berjalan normal.

#kalteng

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gedung Bapenda di Jakpus Kembali Terbakar, 8 Unit dan 30 Personel Damkar Dikerahkan
• 13 jam lalu
0
thumb
2 Korban Kecelakaan Mercy di Jagorawi Sahabat, Jasad Diserahkan ke Keluarga
• 18 jam lalu
0
thumb
Wamenaker: Kolaborasi lintas sektor perluas jangkauan pelatihan SDM
• 23 jam lalu
0
thumb
Proyek Tanamalia Masuk Hutan Lindung, Komitmen ESG Vale Dipertanyakan
• 15 jam lalu
0
thumb
5 WNA Inggis Sekeluarga Terseret Arus di Pantai Lombok Barat, 1 Orang Tewas
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.