Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama TNI Angkatan Udara dan BMKG resmi menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di kawasan IKN, Kalimantan Timur. Langkah strategis ini diambil guna memicu turunnya hujan di tengah musim kemarau yang melanda wilayah tersebut.
Operasi ini dilakukan dengan menaburkan garam natrium klorida (NaCl) ke dalam awan-awan yang dinilai potensial menghasilkan hujan. Fokus utama dari kegiatan ini adalah untuk menjaga ketersediaan dan menambah volume air permukaan di wilayah IKN dan sekitarnya.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, menegaskan bahwa ketersediaan air menjadi prioritas utama yang harus diantisipasi.
"Kita mencoba melakukan modifikasi cuaca untuk secara sederhana menambah volume air permukaan yang ada di wilayah IKN dan sekitarnya," ujar Danis dalam tayangan Headline News Metro TV, Jumat, 21 Agustus 2026.
Baca Juga :
BNPB Sebut 1.487 Titik Panas di Kalimantan Berpotensi Sebabkan Karhutla
Kondisi cuaca di Kalimantan Timur sendiri dilaporkan cukup kritis karena sudah hampir dua pekan tidak turun hujan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kesuksesan operasi di lapangan.
Kepala Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan, Djoko Sumardiono, menjelaskan bahwa tingkat keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada ketersediaan awan di atmosfer. Secara historis, tingkat keberhasilannya berada di angka 30 persen.
"Secara historis itu 30 persen keberhasilannya bisa, karena sekarang ini musim kemarau yang memang langka awan,” kata Djoko.
Saat ini, tim gabungan terus memantau pergerakan awan dan kondisi cuaca harian untuk memastikan penyemaian garam dilakukan pada waktu yang paling tepat demi hasil yang maksimal.





Komentar (0)