Update Gempa NTT, Korban Meninggal Bertambah jadi 83 Orang

rctiplus.com
5 jam lalu
Cover Berita
Update Gempa NTT, Korban Meninggal Bertambah jadi 83 OrangNasional | inews | Jum'at, 21 Agustus 2026 - 16:24Dengarkan Berita

JAKARTA, iNews.id – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026) lalu, bertambah jadi 83 orang. Sedangkan korban luka-luka tercatat 967 orang.

Data tersebut merupakan pendataan sementara unsur SAR hingga Jumat (21/8/2026) pukul 11.00 WITA yang disampaikan melalui Laporan Situasi (SITREP) Posko Nasional Basarnas.

"83 orang meninggal dunia, 328 orang luka berat dan 639 orang luka ringan. Total korban teridentifikasi mencapai 1.050 orang," tulis Basarnas dalam laporannya, Jumat (21/8/2026).

Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 670 orang. Rinciannya, 27 orang meninggal dunia, 239 orang luka berat, dan 404 orang luka ringan.

Sementara, Kabupaten Manggarai mencatat 164 korban yang terdiri dari 31 orang meninggal dunia, 29 orang luka berat, dan 104 orang luka ringan.

Kemudian, Kabupaten Ende mencatat 74 korban, dengan rincian dua orang meninggal dunia, lima orang luka berat, dan 67 orang luka ringan.

Baca Juga:Polda Jabar Bongkar Sindikat Judi Online Omzet Rp96 Miliar, Sita Alphard hingga Mercy

Kabupaten Sikka mencatat 61 korban, terdiri dari enam orang meninggal dunia, 23 orang luka berat, dan 32 orang luka ringan.

Di Kabupaten Ngada terdapat 38 korban, yakni dua orang meninggal dunia, 17 orang luka berat, dan 19 orang luka ringan. Kemudian, Kabupaten Nagekeo mencatat 35 korban, terdiri dari 13 orang meninggal dunia, 13 orang luka berat, dan sembilan orang luka ringan.

Kabupaten Manggarai Barat mencatat delapan korban, yakni dua orang meninggal dunia, dua orang luka berat, dan empat orang luka ringan.

Basarnas menegaskan data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses identifikasi, verifikasi, serta konsolidasi unsur SAR di lapangan. "Penanganan dampak gempa bumi masih berlangsung," kata Basarnas.

Posko Nasional Basarnas terus melakukan pemantauan dan konsolidasi data bersama unsur SAR gabungan untuk memastikan operasi pencarian dan pertolongan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan di lapangan.

Baca Juga:Dirikan LBH, Jro Bima: Perindo Bali Harus Jadi Rumah Keadilan

Data korban juga menjadi bagian dari proses asesmen dan pemutakhiran situasi untuk menentukan prioritas penanganan, kebutuhan evakuasi, dukungan medis, pengerahan sumber daya, serta penyesuaian operasi SAR di wilayah terdampak.

#bali

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Akses Jalan Terputus akibat Gempa di Flores NTT, Dompet Dhuafa Evakuasi Ibu Hamil
• 2 jam lalu
0
thumb
Shin Tae-yong Yakin Permasalahan di Lini Depan Persija Bisa Diatasi dengan Kehadiran Alexander Jeremejeff
• 1 jam lalu
0
thumb
Kejagung Duga Febrie Adriansyah Pakai Pengaruh Jabatan untuk Dapatkan Uang dan Emas Batangan
• 13 jam lalu
0
thumb
Dirjen Hubla Didesak Mundur Imbas 4 Kecelakaan Kapal, Menhub: Kinerja Setiap Individu Kami Evaluasi
• 13 jam lalu
0
thumb
6 Helikopter Ambulans Udara Disiapkan untuk Daerah Terisolasi Pascagempa NTT
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.