Baru Dua Hari Beroperasi, RS Lapangan Ruteng Sudah Tangani 3 Operasi Korban Gempa NTT

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Seluruh pasien yang dioperasi mengalami cedera akibat gempa, mulai dari patah tulang paha hingga patah tulang pada lengan dan tungkai.

Baru Dua Hari Beroperasi, RS Lapangan Ruteng Sudah Tangani 3 Operasi Korban Gempa NTT. (Foto: Kemenkes)

IDXChannel—Rumah Sakit (RS) Lapangan Ruteng yang didirikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menangani tiga operasi korban gempa dalam dua hari pertama operasionalnya. 

Seluruh pasien yang dioperasi mengalami cedera akibat gempa, mulai dari patah tulang paha hingga patah tulang pada lengan dan tungkai.

Baca Juga:
Ratusan BTS di NTT Rusak Akibat Gempa, Komdigi Pastikan 99 Persen Sudah Pulih

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes Sumarjaya mengatakan, hingga 20 Agustus 2026, sebanyak enam pasien telah mendapatkan pelayanan kesehatan di RS Lapangan Ruteng. Dari jumlah tersebut, tiga pasien memperoleh pelayanan kesehatan dasar dan tiga pasien menjalani tindakan operasi.

“Pada 20 Agustus 2026, tim medis melakukan operasi terhadap dua pasien. Anjelus Jemarut (66 tahun) mengalami patah tulang pada lengan bawah akibat gempa dan menjalani operasi untuk memperbaiki posisi tulang yang patah,” ujar Sumarjaya, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga:
Kemenkes Fungsikan RS Lapangan untuk Korban Gempa NTT, Sudah Bisa Lakukan Operasi

Pasien berikutnya, Febronia Patrisia Plate (43 tahun), menjalani operasi pada tungkai kanan setelah mengalami cedera akibat gempa. Pasien juga mengalami trauma pada bagian perut dan diduga mengalami patah tulang pada tulang belikat.

Sehari sebelumnya, pada 19 Agustus 2026, RS Lapangan Ruteng melakukan operasi pertama terhadap seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang mengalami patah tulang paha akibat gempa. Pasien mendapatkan tindakan operasi pemasangan pen pada tulang paha.

Baca Juga:
Intip Fasilitas RS Lapangan Ruteng, Tenda Faskes Darurat untuk Korban Gempa NTT

RS Lapangan Ruteng didirikan Kemenkes untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan setelah gempa berdampak pada sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Flores. Selain menyediakan pelayanan kesehatan dasar dan penanganan kegawatdaruratan, fasilitas tersebut juga dilengkapi ruang operasi untuk menangani pasien yang membutuhkan tindakan bedah.

Sumarjaya menjelaskan, pembangunan RS Lapangan merupakan bagian dari respons Kemenkes terhadap dampak gempa yang menyebabkan sejumlah fasilitas kesehatan tidak dapat memberikan pelayanan secara optimal.

“Kalau bicara tentang bencana gempa pasti akan terjadi masalah kesehatan seperti fraktur, patah tulang, luka robek dan lain sebagainya. Setelah kita lakukan risk assessment, ternyata ada dua rumah sakit yang membutuhkan rumah sakit lapangan karena gedungnya sudah rusak dan tidak layak untuk dilakukan pelayanan,” katanya.

Menurut dia, RS Lapangan disiapkan untuk mendukung pelayanan kesehatan rujukan, termasuk tindakan operasi, sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat terdampak.

“Rumah sakit lapangan ini bisa untuk ruang operasi, perawatan, IGD dan yang lainnya. Kita juga memberikan bantuan logistik lainnya, seperti masker dan obat-obatan dasar di puskesmas-puskesmas terdampak. Jadi pelayanan ini selain untuk pelayanan kesehatan rujukan juga untuk pelayanan kesehatan dasar,” lanjutnya.

Selain mendirikan RS Lapangan, Kemenkes juga memobilisasi tenaga kesehatan untuk memperkuat respons pascabencana. Tim yang diterjunkan terdiri atas dokter spesialis ortopedi, dokter spesialis bedah, dokter umum, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya.

Kemenkes melalui Tim EMT Komposit akan terus memberikan pelayanan kesehatan di RS Lapangan Ruteng sesuai kebutuhan, termasuk pelayanan kesehatan dasar, kegawatdaruratan, serta tindakan operasi. 

Kemenkes juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan setempat untuk memastikan pelayanan bagi masyarakat terdampak gempa tetap berjalan.


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Waspada Karhutla di Banjarbaru, Warga Jangan Lupa Pakai Masker
• 12 jam lalu
0
thumb
Mobil Patroli Milik Polsek Tambaksari Surabaya Diduga Dibakar, 1 Pria Ditangkap
• 18 jam lalu
0
thumb
Mahalini Siap Tampil dalam Konser Gratis di Jakarta pada 30 Agustus 2026
• 1 jam lalu
0
thumb
Wamenaker: Kolaborasi lintas sektor perluas jangkauan pelatihan SDM
• 7 jam lalu
0
thumb
Ketika Jaksa Tidak Lagi Bisa Mengusik Vonis Bebas
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.