Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade memastikan pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto segera membangun kembali Jembatan Kalawi, Limau Manih, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Jembatan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 itu akan dibangun dengan konstruksi rangka baja sepanjang sekitar 70 hingga 80 meter.
Kepastian tersebut disampaikan Andre saat meninjau lokasi jembatan, Jumat (21/8/2026). Dalam kunjungan itu, Andre didampingi Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Elsa Putra Friandi, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang Reski Wahyudi, Kepala Balai Cipta Karya Sumbar Maria Doeni Isa, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Padang Wahyu Hidayat dan Ketua Komisi II DPRD Padang Rachmad Wijaya.
Andre mengatakan, pembangunan jembatan tersebut masuk dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pemerintah pusat untuk menangani infrastruktur yang terdampak bencana. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp25,5 miliar. “Insya Allah jembatan ini akan dibangun sepanjang 70 sampai 80 meter dengan rangka baja. Anggarannya Rp25,5 miliar. Insya Allah lelangnya akan dilaksanakan Januari 2027, lalu pekerjaannya insya Allah akhir Februari 2027,” kata Andre.
Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menjelaskan, pembangunan Jembatan Kalawi-Limau Manih merupakan bagian dari program rehab-rekon pemerintah Presiden Prabowo Subianto untuk pemulihan infrastruktur akibat bencana hidrometeorologi.
“Ini jembatan termasuk dalam program rehab-rekon dari Presiden untuk bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu. Rencananya kita akan lakukan pelelangan di Januari 2027 dan insya Allah setelah penetapan proses selesai semua, di akhir Februari paling lambat kita mulai pelaksanaan pembuatan jembatan rangka batang 70 sampai 80 meter,” ujar Elsa.
Ia menegaskan, aspek keamanan menjadi perhatian penting dalam pembangunan kembali jembatan tersebut. Sebab, kondisi aliran sungai di sekitar lokasi dinilai cukup rawan terhadap gerusan arus.
Elsa mengatakan, desain yang disusun Pemerintah Kota Padang telah diarahkan untuk melalui asistensi bersama balai teknis, termasuk Balai Teknik Sungai. Proses asistensi telah dilakukan beberapa kali untuk memastikan desain lebih sesuai dengan kondisi lapangan.
“Desainnya dari Dinas Kota Padang. Desainnya kita arahkan untuk asistensi dengan Balai Teknik Sungai. Ini sudah beberapa kali asistensi, sehingga nanti akan ada proteksi-proteksi di abutment dan bangunannya agar jembatan ini dalam jangka panjang bisa tahan terus terhadap arus,” katanya.
Menurut Elsa Putra, perlindungan tersebut akan difokuskan terutama pada kawasan sekitar jembatan. Langkah itu diperlukan agar bagian abutment dan struktur jembatan tidak mudah tergerus arus sungai.
Andre menilai pembangunan kembali Jembatan Kalawi-Limau Manih menjadi bukti perhatian pemerintah pusat terhadap aspirasi masyarakat Sumatera Barat, khususnya warga yang membutuhkan akses penghubung yang aman setelah jembatan lama rusak akibat bencana.
“Ini menunjukkan komitmen dari pemerintah pusat, pemerintah Presiden Prabowo yang mendengarkan aspirasi masyarakat. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan juga Pak Menteri PU Dody Hanggodo yang telah menganggarkan,” ujar Andre.
Andre menambahkan, anggaran Rp25,5 miliar untuk pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari alokasi rehab-rekon yang disiapkan pemerintah pusat untuk penanganan dampak bencana.
“Anggaran pembangunan ini bagian dari anggaran rehab-rekon yang disiapkan dari anggaran Rp19 triliun. Ini adalah bagiannya,” kata Andre.
Dengan masuknya proyek tersebut ke dalam program rehab-rekon, Andre berharap proses lelang dan pekerjaan fisik berjalan sesuai target sehingga masyarakat Kalawi-Limau Manih segera kembali memiliki akses penyeberangan yang lebih aman dan konstruksi yang lebih tahan terhadap kondisi sungai.






Komentar (0)