Keterbatasan Lahan, Pengungsi Gempa di Ende Sulap Kandang Ayam Jadi Dapur Darurat

metrotvnews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Ende: Sejumlah warga di Kelurahan Paupanda, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih memilih mengungsi secara mandiri di depan rumah mereka pascagempa. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kandang ayam pun dimanfaatkan sebagai dapur darurat.

Peralatan makanan, alat memasak, hingga alat cuci terlihat tersusun rapih di area kandang ayam. Warga terpaksa memilih kandang ayam, karena keterbatasan lahan.

Mereka tidak mempermasalahkannya. Bagi warga, yang penting sudah ada tempat untuk menyiapkan makanan agar perut terisi.

"Kami buat dapur yang sederhananya untuk bisa memenuhi kebutuhan, sehingga kita membuat dapur di sini untuk bisa masak dan menghidangkan makanannya," kata Samsun, salah satu warga, dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat, 21 Agustus 2026.

Dapur darurat dipersiapkan sendiri oleh warga, Begitu juga dengan tenda darurat yang mereka bangun di depan rumah. Total ada lima kepala keluarga (KK) yang menetap di sana. 
 

Baca Juga :

Update Korban Gempa NTT: 78 Orang Meninggal, 95 Ribu Mengungsi


"Kami buat itu pada saat kejadian gempa yang hari pertama, tanggal 15 (Agustus) itu. Nah siang hari dan sore hari, kami buat tenda ini untuk bisa mengamankan diri," katanya.

Dalam membangun tenda, warga membaginya menjadi tiga bagian. Diprioritaskan untuk ibu-ibu, anak-anak, dan lansia. Sementara untuk bapak-bapak dan pemuda laki-laki pada tidur di teras rumah.
  Belum terima bantuan
Menurut Samsun, mereka belum menerima bantuan kemanusiaan hingga saat ini. Dia berharap pemerintah pusat dan para doantur lainnya bisa melirik wilayahnya untuk bisa segera dikirimkan bantuan.

"Kami berharap kepada pihak pemerintah ataupun para donatur atau sponsor yang mungkin punya keikhlasan, punya sentuh hatinya untuk masyarakat yang terdampak bencana ini, kami mohon bantuannya untuk bisa membantu kami, baik itu makanan atau terpal," tutur Samsun.

Mayoritas aktivitas warga Paupanda adalah melaut. Sayangnya mereka belum bisa melaut sampai saat ini karena keterbatasan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

"Sehingga kita mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk bisa itu seperti itu," ucapnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kronologi Anggota TNI AL Dianiaya di Matraman, Pelaku Ditangkap
• 14 jam lalu
0
thumb
Polri Siap Amankan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang
• 10 jam lalu
0
thumb
Nasabah dan Karyawan PNM Perluas Dampak Pemberdayaan Lewat Mekaar Inspiraksi
• 13 jam lalu
0
thumb
Harga Telur di Anjlok, Bapanas Siapkan Tambahan Jagung Pakan Murah 150 Ribu Ton
• 18 jam lalu
0
thumb
Indonesia Pimpin Konsolidasi Masyarakat Sipil Asia-Pasifik untuk Kemerdekaan Palestina
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.