Tiga Gubernur Bersatu Hadapi Gempa Flores, Bali-Nusra Mulai Diuji

cumicumi.com
1 jam lalu
Cover Berita
































Gempa besar yang mengguncang Flores membawa satu cerita lain di luar soal bencana. Untuk pertama kalinya, kerja sama tiga provinsi yang selama ini banyak dibicarakan mulai terlihat dalam aksi nyata.

Gubernur Bali Wayan Koster dan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal datang ke Labuan Bajo untuk melihat langsung kondisi Flores. Di sana, keduanya bertemu Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena untuk membahas penanganan dan pemulihan pascagempa.

Bukan Sekadar Datang Menjenguk

Kehadiran dua gubernur dari provinsi tetangga itu bukan sekadar kunjungan.

Pemerintah Provinsi Bali dan NTB bersama Kodam IX/Udayana ikut mengirimkan tim medis dan bantuan logistik ke wilayah terdampak. Tim juga melakukan asesmen untuk melihat kebutuhan warga setelah gempa. 

Bagi masyarakat yang terdampak, bantuan seperti ini tentu menjadi hal paling penting saat ini. Tetapi bagi tiga provinsi, ada cerita yang lebih besar di baliknya.

Bali, NTB, dan NTT memang sedang membangun pola kerja sama regional yang diharapkan membuat ketiganya tidak berjalan sendiri-sendiri.

Ada Konsep "Trio Gubernur Bali-Nusra"

Kerja sama tersebut dikenal dengan konsep Trio Gubernur Bali-Nusra, yang melibatkan Wayan Koster, Lalu Muhamad Iqbal, dan Emanuel Melkiades Laka Lena.

Ketiganya sebelumnya telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama regional lintas sektor pada awal 2026. Gagasannya adalah membangun kawasan Sunda Kecil sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru di Indonesia Timur.

Jadi, hubungan Bali dengan NTB dan NTT tidak hanya diarahkan pada urusan pemerintahan. Ada rencana yang jauh lebih besar, mulai dari pariwisata, transportasi, rantai pasok hingga energi.

Bali, NTB dan NTT Ingin Jadi Satu Jalur Wisata

Salah satu sektor yang paling menarik adalah pariwisata.

Konsepnya bukan lagi Bali versus NTB atau Bali versus NTT. Ketiga wilayah justru ingin menjual kawasan tersebut sebagai satu rangkaian perjalanan.

Wisatawan yang datang ke Bali, misalnya, bisa melanjutkan perjalanan ke Mandalika di NTB atau Labuan Bajo di NTT. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya menghabiskan waktu di Bali, tetapi juga bergerak ke destinasi lain di kawasan Nusa Tenggara.

Untuk mewujudkannya, konektivitas menjadi salah satu pekerjaan besar. Transportasi udara, laut, dan darat perlu dibuat semakin terhubung agar wisatawan maupun distribusi barang bisa bergerak lebih mudah antarwilayah.

Dari Pariwisata Sampai Energi

Kerja sama ini juga menyentuh sektor ekonomi.

NTB dan NTT memiliki potensi pertanian, peternakan, dan logistik yang dapat mendukung kebutuhan industri pariwisata di Bali maupun Labuan Bajo. Ketiganya juga memiliki agenda bersama untuk mengembangkan energi terbarukan dan menjaga tata ruang agar pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan lingkungan serta budaya lokal.

Namun sekarang, semua konsep tersebut mendapat ujian yang jauh lebih nyata.

Gempa Flores membuat kerja sama Bali-Nusra harus bergerak dari dokumen menjadi tindakan. Bantuan, koordinasi dan pemulihan menjadi pekerjaan pertama yang harus dibuktikan. 

Bagi masyarakat Flores, tentu yang paling penting adalah bantuan bisa tiba dan pemulihan berjalan cepat.

Bagi Bali, NTB dan NTT, bencana ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menunjukkan apakah konsep kerja sama tiga provinsi tersebut benar-benar bisa bekerja ketika situasi tidak berjalan sesuai rencana.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BP BUMN dan Danantara Bidik Transformasi Transportasi Nasional untuk Tingkatkan Layanan Masyarakat
• 21 jam lalu
0
thumb
Cerita Warga Bogor Kala Air PDAM Mati, Cucian Numpuk, Tak Bisa Mandi
• 18 jam lalu
0
thumb
Banjir Parah Melanda Thailand, Dua Orang Tewas dan Ribuan Warga Dievakuasi
• 2 jam lalu
0
thumb
Dokter Tifa Khawatir Bakal Tersandera Sebagai Terdakwa Selama Tiga Tahun, Ini Penjelasannya
• 6 menit lalu
0
thumb
3 Contoh Teks Ceramah Maulid Nabi Bahasa Inggris yang Menarik dan Mudah Dihafal
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.