BOGOR, KOMPAS.com - Warga Kota Bogor terpaksa menundak untuk mencuci pakaian hingga tidak mandi karena air dari PDAM mati, Rabu (19/8/2026).
Salah satunya, Dian (50) mengatakan, matinya aliran air PDAM di kediamannya menyebabkan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga terhenti.
Ketiadaan air PDAM tersebut memaksa Dian untuk menghentikan pekerjaan rumah seperti mencuci baju.
Baca juga: Air PDAM Mati di Bogor, Warga Sebut Kembali Normal tapi Debit Seukuran Lidi
"Cuci baju, segala rupa, ngepel, nyuci segala macam lah kerjaan rumah tangga. Itu yang nganggurnya," kata Dian kepada Kompas.com di Kampung Muara, Sindangrasa, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (20/8/2026).
"Dipending dulu aja kerjanya, yang berat-berat kayak nyuci baju itu 'udah ah kita enggak nyuci dulu'. Risiko ya tapi udah biasa sih," lanjut dia.
Dian hanya menunda pekerjaan untuk mencuci baju dan masih dapat mencuci peralatan dapur.
Suami dari Dian, yakni Yudi (56) menjelaskan, sudah melakukan penampungan air saat mengetahui informasi adanya pekerjaan pipa oleh PDAM yang berdampak pada sejumlah wilayah, pada Rabu kemarin.
Keluarganya merasakan ketiadaan kucuran air PDAM sekitar pukul 09.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Yudi memutuskan untuk mengisi penampungan air pada dua gentong dengan masing-masing berukuran 100 liter.
"100 liter mah lebih kayaknya. Gentong yang gede, kita punya dua diisi full. Sebelum mati (air) udah saya isi. Emang selalu diisi penuh gitu. Takutnya kadang-kadang suka mati mendadak gitu kan," ucap Yudi saat ditemui Kompas.com.
Baca juga: Saluran Air Ditutup untuk Akses Kafe di Cilandak, Satpol PP Jaksel Buka Opsi Bongkar
Air tersebut dibagi ke setiap ember untuk kelengkapan mandi dan mencuci alat dapur.
Pada kamar mandinya, sudah menyiapkan empat ember berukuran 25 sampai 50 liter untuk mandi.
"Buat mandi. Kalau habis, ya yang dari gentong itu kita isi ke sana, gitu. Kalau full ya untuk empat orang cukup sih. Tapi untuk satu siklus aja ya. Siklus buang air, mandi," jelas dia.
"Nah, itu habis biasanya. Kemarin itu, udah habis saya ngisi lagi yang dari gentong tuh. Cukup sih kalau sehari mah itu, pas mati," sambung dia.
Komentar (0)