KOMPAS.TV – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan, salah satunya Banjarbaru. Kondisi ini membuat jarak pandang pengendara sangat terbatas hingga memicu kecelakaan lalu lintas.
Kendaraan yang melintas di tengah kabut asap nyaris tidak terlihat. Hanya cahaya samar dari lampu depan maupun belakang kendaraan yang tampak. Sebuah minibus bahkan rusak di bagian depan setelah menabrak truk.
Demi keselamatan bersama, warga berinisiatif turun ke jalan untuk membantu mengatur lalu lintas di tengah kabut asap. Di titik lainnya, warga bersama anggota TNI juga berupaya memadamkan titik api dengan mengandalkan sumber air terdekat.
Pemerintah Kota Banjarbaru menyebut upaya pemadaman dan pencegahan titik api terus dilakukan. Namun, kabut asap tidak hanya berdampak pada jarak pandang, tetapi juga mengancam kesehatan warga.
Kebakaran lahan juga terjadi di bagian barat Pulau Kalimantan, tepatnya di dekat perbatasan Indonesia-Malaysia di Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Api membakar lahan yang dipenuhi tanaman kering dan belum dapat dipadamkan. Asap akibat kebakaran lahan juga mulai mendekati wilayah perbatasan.
Menurut warga, kondisi kemarau di Kecamatan Paloh telah berlangsung hampir satu bulan. Sementara itu, berdasarkan data BMKG, sejak 19 Agustus 2026 tercatat 3.989 titik panas di Kalimantan Barat.
#kabutasap #karhutla #banjarbaru #kalimantan #sambas #kompastv
Baca Juga: Api Bakar 17 Petak Asrama Polres Mamberamo Tengah, 46 Personel Terdampak | SAPA MALAM
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Fauzan-Alhazmi
Sumber : Kompas TV
- kabutasap
- karhutla
- banjarbaru
- kalimantan
- sambas
- malaysia






Komentar (0)