Dua prajurit TNI mendapat kenaikan pangkat luar biasa setelah dinilai berani menurunkan Bendera Bulan Bintang yang dikibarkan saat peringatan Hari Damai Aceh di Banda Aceh. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto sebagai bentuk apresiasi atas pelaksanaan tugas keduanya.
Dua prajurit tersebut yakni Serda Irfan Farhan yang naik pangkat menjadi Sertu serta Prada Donni Pinto Harahap yang kini berpangkat Pratu. Kenaikan pangkat luar biasa atau KPLB itu diberikan dalam konteks operasi militer selain perang (OMSP).
Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan penghargaan diberikan karena kedua prajurit dinilai menunjukkan prestasi lebih dalam menjalankan tugas. Keduanya disebut melaksanakan tugas melebihi panggilan tugas pokok sebagai prajurit.
“Baru saja dilaksanakan upacara penganugerahan pemberian kenaikan pangkat luar biasa yang dilaksanakan oleh Panglima TNI kepada dua prajurit TNI yang menunjukkan prestasi lebih,” ucap Muhammad Nas di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2026).
Nas mengatakan keberanian kedua prajurit terlihat ketika mereka mengambil tindakan untuk menurunkan Bendera Bulan Bintang di tengah situasi yang mulai memanas. Bendera tersebut kemudian diganti dengan Bendera Merah Putih.
“Pada saat itu prajurit kita dengan penuh keberanian menurunkan bendera Bulan Bintang tersebut dan diganti dengan bendera Merah Putih,” ujarnya.
Irfan Farhan merupakan prajurit Batalyon Infanteri 112 Dharma Jaya Kodam Iskandar Muda. Sementara Donni Pinto Harahap merupakan prajurit Batalyon Armed 17 Kodam Iskandar Muda.
Menurut Nas, tindakan kedua prajurit tersebut mencerminkan patriotisme dan nilai-nilai keprajuritan. Nilai tersebut disebut berlandaskan Pancasila, Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta Delapan Wajib TNI.
“Pada prinsipnya ini merupakan suatu program reward yang diberikan oleh pimpinan kepada prajurit yang berprestasi baik,” tegas Nas.
TNI berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi Irfan dan Donni untuk terus menjalankan tugas. Penghargaan itu juga diharapkan mendorong prajurit lainnya menunjukkan dedikasi dalam menjalankan tugas untuk bangsa dan negara.
Berawal dari Peringatan Hari Damai AcehAksi yang membuat kedua prajurit tersebut mendapat KPLB terjadi saat peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Saat itu, doa tolak bala dan zikir akbar yang diikuti massa dari berbagai daerah awalnya berlangsung khidmat.
Situasi kemudian berubah setelah terdapat pihak yang diduga memprovokasi massa dengan mengibarkan Bendera Bulan Bintang. Aparat TNI-Polri kemudian berupaya melakukan pendekatan persuasif dan mengimbau massa agar tidak mengibarkan bendera tersebut.
Namun, imbauan tersebut tidak sepenuhnya diterima massa. Situasi kemudian berkembang menjadi aksi saling dorong antara sebagian massa dengan aparat keamanan.
Dalam situasi tersebut, massa juga menurunkan Bendera Merah Putih dari salah satu tiang di halaman Masjid Raya Baiturrahman. Bendera tersebut kemudian diganti dengan Bendera Bulan Bintang.
Baca Juga: Gatot Nurmantyo Soroti Ada Personel Naik Pangkat Instan di TNI: Tentara Tak Boleh Seperti...
Sejumlah Bendera Merah Putih di sekitar masjid turut dicopot. Kapendam Iskandar Muda Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal mengatakan situasi semakin memanas setelah sejumlah orang melakukan pelemparan batu dan benda keras ke arah personel TNI dan Polri.
Kericuhan tersebut juga berdampak pada kendaraan yang berada di sekitar lokasi. Beberapa kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan setelah terkena lemparan massa.
Bahkan, satu sepeda motor dinas TNI dibakar oleh massa. Tim gabungan kemudian mengambil langkah tegas dan terukur untuk membubarkan massa yang mulai bertindak anarkistis.
Massa akhirnya mundur ke sejumlah lokasi setelah aparat mengambil tindakan untuk mengendalikan situasi. Dalam rangkaian peristiwa tersebut, Irfan Farhan dan Donni Pinto Harahap menjadi dua prajurit yang menurunkan Bendera Bulan Bintang.
Kini, tindakan keduanya mendapat apresiasi langsung dari pimpinan tertinggi TNI melalui kenaikan pangkat luar biasa. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi bentuk reward atas keberanian mereka menjalankan tugas di tengah situasi yang berlangsung ricuh.






Komentar (0)