Jakarta: Badan Karantina Indonesia (Barantin) tengah mengevaluasi unit usaha yang perlu didaftarkan kembali ke otoritas Tiongkok. Hal itu sebagai tindak lanjut penghentian sementara atau suspensi sejumlah unit usaha sarang burung walet Indonesia yang melakukan ekspor ke Negeri Tirai Bambu tersebut.
“Ini sedang kami tindak lanjuti. Di internal juga sedang saya bicarakan mana-mana yang perlu kita dorong untuk kita daftarkan ulang, mana-mana yang memang tidak perlu,” kata Kepala Barantin Abdul Kadir Karding dikutip dari Antara, Kamis, 20 Agustus 2026.
Karding mengatakan pihaknya juga melakukan pembenahan terhadap sejumlah fasilitas. Pembenahan berdasarkan catatan negara tujuan ekspor.
Karding mengatakan otoritas China kini menerapkan standar yang semakin ketat terhadap fasilitas produksi pangan dan produk yang masuk ke negaranya. Persyaratan tersebut tidak hanya menyangkut kualitas produk, tetapi juga mencakup kondisi fasilitas pendukung di tempat produksi.
Baca Juga :
Jelang Iduladha, Ratusan Hewan Kurban Masuk Papua Tengah Diawasi KetatIa menilai peningkatan standar tersebut menjadi bagian dari dinamika perdagangan global yang harus direspons dengan pembenahan di dalam negeri. “Standarnya sangat luar biasa, tetapi mau tidak mau begitu. Perdagangan global hari ini begitu. Suka tidak suka, kita perbaiki,” ungkap Karding.
Selain melakukan pembenahan, Barantin telah memberikan sanksi terhadap pelaku usaha yang dinilai tidak memenuhi ketentuan.
Karding mengatakan komunikasi dengan otoritas Tiongkom terus dilakukan untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut. Ia dijadwalkan bertemu dengan Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, dan pihak terkait pada 24 Agustus untuk membahas tindak lanjut akses ekspor sarang burung walet.
Ilustrasi ekspor. Foto: Medcom.id.
“Tanggal 24 Agustus besok saya ketemu dulu dengan Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok, Pak Oratmangun. Mereka datang ke kantor kami untuk bicarakan ini,” sebut Karding.
Ia berharap pembahasan tersebut dapat membuka jalan bagi tindak lanjut dengan otoritas Tiongkok, termasuk rencana kunjungan ke negara tersebut pada September mendatang.
“Nanti September mudah-mudahan kita dapat izin keluar negeri,” ujar Karding.





Komentar (0)