REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi mengatakan, membentuk keintegritasan pada pejabat publik tidak mudah dilakukan, terlebih jika pribadi terkait mempunyai sifat dablek. Pernyataan itu disampaikannya seusai menghadiri rapat koordinasi (rakor) pencegahan korupsi yang dihadiri sejumlah lembaga, termasuk KPK, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Kamis (20/8/2026).
Luthfi mengungkapkan, selain KPK, rakor turut dihadiri para bupati/wali kota se-Jateng. Hadir pula Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) KGPAA Paku Alam X beserta jajarannya. Terdapat perwakilan lembaga lainnya yang menghadiri rakor tersebut, seperti LKPP dan BPKP.
Baca Juga
Marak OTT KPK, DPD RI Sebut Fungsi Inspektorat di Pemda Jateng Bermasalah
5 Bupati Jateng Kena OTT KPK, Gubernur Luthfi: Capek Saya
OTT Pemalang, KPK Pamerkan Barang Bukti Uang Rp2,7 Miliar
“Ini adalah sebagai upaya agar betul-betul Jawa Tengah, DIY, dan seluruh Indonesia bahwa tindak pidana korupsi ini harus diciptakan suatu pribadi, karakter, yang betul-betul mempunyai integritas. Jadi punya integritas itu tidak gampang, karena mulut, perbuatan, pikiran, harus sama, yaitu tidak ada korupsi,” ucap Luthfi saat memberikan keterangan kepada awak media. Menurut dia, integritas pada akhirnya kembali kepada diri pejabat terkait. “Semuanya kembali ke manusianya karena (perbuatan) melawan hukum itu barang siapanya orang. Jadi ya tergantung orangnya. Makanya kalau isi kepalanya dablek, kita ingatkan enggak bisa, integritas enggak bisa, ya biar dicopot sama yang berhak,” kata Luthfi.
Komentar (0)