Dedi Mulyadi Soal Kunjungan ke NTT: Prinsip Orang Kesusahan, Ditengok Saja Sudah Menjadi Kebahagiaan

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya kepedulian antardaerah terhadap masyarakat yang tengah menghadapi bencana. Ada alasan tersendiri mengapa dirinya membantu korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dedi menilai kehadiran langsung untuk menemui masyarakat yang sedang kesusahan juga memiliki arti penting. Bahkan, menurutnya, kedatangan seseorang untuk sekadar melihat kondisi warga terdampak sudah dapat memberikan kebahagiaan.

Baca Juga: Pemerintah Masih Lambat Tangani Bencana, Anies Baswedan: Indonesia Sedang Menghadapi Dua Ujian Besar

“Meskipun lokasi bencana berada di luar provinsi, kita hidup harus saling membantu. Prinsip orang yang sedang kesusahan, ditengok saja sudah menjadi kebahagiaan, apalagi jika dibawakan bantuan,” ujar Dedi, dikutip Jumat (21/8/2026).

Ia memastikan kunjungannya bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga berbagi kebahagiaan dan memberikan semangat kepada masyarakat yang sedang menjalani masa sulit pascabencana.

“Kami datang bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi ingin berbagi kebahagiaan dan berharap kehadiran kami bisa memberikan manfaat bagi saudara-saudara kita di NTT,” kata Dedi.

Solidaritas Jawa Barat terhadap masyarakat korban gempa juga diwujudkan melalui penggalangan dana kemanusiaan.

Pemprov Jabar bersama sejumlah unsur pemerintahan, lembaga sosial, organisasi, dan dunia usaha berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp4 miliar untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

Penggalangan dana tersebut dipimpin sang gubernur melalui rapat koordinasi yang melibatkan Pemprov Jabar, Baznas Jawa Barat, Bank BJB, Kwarda Pramuka Jabar, Kadin Jabar, Apindo Jabar, serta sejumlah pelaku usaha.

ASN Pemprov Jawa Barat memberikan Rp400 juta, Kwarda Pramuka Jabar Rp100 juta, dan Dedi Mulyadi secara pribadi menyumbang Rp600 juta.

Kemudian Baznas Jawa Barat menyumbang Rp1 miliar, Bank BJB melalui BJB Peduli Rp1 miliar, Kadin Jabar Rp200 juta, Apindo Jabar Rp500 juta, PT Buana Kasiti Rp100 juta, serta sumbangan perorangan dan tambahan hasil rapat Rp100 juta.

Menurut Dedi, bantuan tersebut merupakan wujud nyata bahwa masyarakat dari daerah lain tetap memiliki tanggung jawab moral terhadap korban bencana.

Baca Juga: Singgung Perang Iran, Johan Rosihan Peringatkan Dampak Rencana Impor 1.000 Ton Beras Amerika

Bagi Dedi, kepedulian terhadap korban bencana tidak seharusnya mengenal batas provinsi. Ketika sebuah daerah menghadapi musibah, masyarakat dari wilayah lain tetap dapat mengambil bagian melalui bantuan, dukungan moral, maupun kehadiran secara langsung.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Disdik Jabar Respons Positif Kewenangan Guru PPPK Capai 28 Ribu Lebih Diambil Alih Pusat
• 2 jam lalu
0
thumb
Satgas Cartenz Kejar Lima Pelaku Pengeroyokan Bripka Fredi hingga Tewas, Dua Ditembak Mati
• 6 jam lalu
0
thumb
Populer: Subsidi BBM Desil 10 Dibatasi; BI Gelar KKI 2026
• 6 menit lalu
0
thumb
Gempa Bumi M5,8 Kembali Guncang Flores NTT Pagi Ini, Tak Berpotensi Tsunami
• 21 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Hutan dan Lahan Berulang, Bahaya Jangka Panjang Mengintai
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.