GARUT, KOMPAS — Warga dari tiga kecamatan menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (20/8/2026). Aksi ini dipicu kekecewaan warga karena jalan rusak di wilayah mereka tidak pernah tersentuh perbaikan selama 11 tahun terakhir.
Warga yang berunjuk rasa itu tergabung dalam gerakan Masyarakat Banjarwangi Singajaya Peundey (Gema BSP). Mereka menggelar demonstrasi di kantor DPRD Garut mulai sekitar pukul 09.00 WIB.
Aksi massa tersebut merupakan bentuk protes terhadap kondisi infrastruktur, khususnya jalan di wilayah tiga kecamatan yang rusak parah. Tiga kecamatan itu adalah Banjarwangi, Singajaya, dan Peundeuy.
”Lebih dari satu dekade, kondisi jalan di tiga wilayah ini mengancam keselamatan warga. Masalah ini juga menghambat laju perekonomian warga,” kata Ketua Gema BSP Alan Muhtar.
Alan menuturkan, masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Garut memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan di tiga wilayah itu. Menurut dia, warga sudah merasa lelah dan jenuh dengan kondisi tersebut.
Alan menyebut, kondisi jalan yang rusak telah melumpuhkan arus distribusi hasil pertanian. Upaya evakuasi warga dengan ambulans juga terhambat.
”Kami tidak meminta sesuatu yang mewah. Kami hanya menuntut hak paling dasar, kondisi jalan yang aman dan layak,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polres Garut Inspektur Dua Susilo Adi mengatakan, aksi demontrasi berlangsung aman hingga sekitar pukul 12.00 WIB. Warga menyampaikan aspirasinya dengan baik.
Aparat Polres Garut melakukan pengamanan selama unjuk rasa berlangsung. Massa juga ditemui langsung oleh pihak DPRD Garut dan pemda setempat.
”Aksi demontrasi berjalan aman. Massa menyampaikan tuntutan utama, yakni perbaikan jalan di sejumlah kecamatan,” ujar Susilo.
Kami tidak meminta sesuatu yang mewah. Kami hanya menuntut hak paling dasar, kondisi jalan yang aman dan layak.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin berjanji melakukan perbaikan jangka pendek terhadap jalan di wilayah itu. Upaya ini dilakukan untuk membuat kondisi jalan di wilayah Banjarwangi hingga Peundeuy lebih layak dilalui.
”Setelah mendengar aspirasi masyarakat, kami akan memprioritaskan perbaikan di tiga wilayah itu sehingga jalan tersebut dalam kondisi layak untuk digunakan warga,” ucapnya.






Komentar (0)