Sejumlah warga di Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih mendirikan tenda darurat secara mandiri di halaman rumah. Langkah ini diambil akibat rasa trauma mendalam dan kekhawatiran terhadap potensi gempa susulan pascaguncangan kuat magnitudo 7,7 yang memporak-porandakan wilayah tersebut.
Warga mendirikan tenda-tenda sederhana di halaman maupun pekarangan samping rumah. Sejumlah warga mengaku lebih baik tidur di luar ruangan daripada harus mengambil risiko tidur di dalam rumah yang strukturnya rentan runtuh jika terjadi gempa susulan.
Baca Juga :
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Rasa Trauma Semakin Menghantui WargaBadan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat tetap tenang namun waspada. Gempa susulan trennya menurun dan diprediksi akan terus meluruh hingga kondisi kerak bumi kembali stabil.





Komentar (0)