Gebrakan RT-RW di Jakarta: Kala Sampah Jadi Sapu, Kompos, hingga BBM

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah ketua RT dan RW di Jakarta Selatan memiliki cara berbeda dalam menangani sampah yang setiap hari dihasilkan warganya.

Di Petukangan Utara, Pesanggrahan, Ketua RT 05 RW 02 bernama Saefullah (44) mengumpulkan sampah botol plastik warganya untuk didaur ulang.

Saeful menyulap bekas minuman air mineral menjadi sapu taman dan sapu kasur bersama warganya, selama enam bulan terakhir.

Baca juga: Truk Sampah Berlubang dan Rusak Akan Dibesituakan, Wawalkot Bogor: Air Lindinya Membahayakan

Awalnya, dia hanya ingin menjalani instruksi gubernur (Ingub) terkait pemilahan sampah, lantaran TPST Bantargebang yang longsor pada Maret 2026.

Namun, dia tak mau sampah-sampah hanya dikumpul lalu dijual kepada pengepul.

Menurut Saeful, pengolahan kembali bisa memberi nilai lebih dan dapat dimanfaatkan lagi untuk kebutuhan warga.

“Daripada dikumpulkan terus dikasih pengepul kan nilainya kecil, dan rata-rata juga orang sudah malas ngumpulin karena harus dibersihkan lagi. Nah, timbullah ide, kami ngobrol sama pengurus RT, gimana caranya biar warga bisa kebagian manfaatnya,” ujar Saeful saat ditemui Kompas.com di Pos Kamling RT 05, Kamis (20/8/2026).

Saeful mendapat ide daur ulang botol plastik jadi sapu dari seorang teman. Dia juga membeli alat pemotong botol plastik untuk investasi awal.

Kemudian, dia mengajak empat warga untuk mendaur ulang sampah botol plastik itu. Mereka biasa bekerja di Pos Kamling RT yang berada di tengah Gang H. Jimin.

Di sana, meja dengan alat yang dimodifikasi khusus itu diletakkan di pinggir jalan. Alatnya menggunakan 3 (pistol pemanas) yang biasa digunakan untuk melelehkan lem stik.

Baca juga: Pemkot Bogor Ajukan Hibah Truk Sampah dan Mobil Damkar Bekas ke Pemprov DKI

Pada sisi kanan heat gun, dipasang tiga corong besi untuk menggulung potongan botol plastik yang sudah dipotong kecil.

Satu hari, satu orang dapat menghasilkan empat buah sapu. Satu sapu dijual seharga Rp 25.000 dan Rp 35.000.

Dari satu sapu yang berhasil dijual, warga mendapat keuntungan sebesar Rp 15.000 per orang.

“Jadi uangnya ada yang dibagikan ke pekerjanya, ada yang kita buat pergunakan untuk operasional-operasional kegiatan di lingkungan,” ujar Saeful.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selama enam bulan terakhir, cara ini berhasil membiasakan warganya untuk memilah sampah dari rumah. Setiap gang, disediakan satu tempat untuk warga mengumpulkan botol plastik bekas.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Citi Indonesia Optimistis Arah Kebijakan BI di Bawah Kepemimpinan Destry Damayanti
• 6 jam lalu
0
thumb
Tim Pertahanan Sipil Gaza Evakuasi Jenazah 11 Warga Palestina dari Rumah yang Hancur
• 22 jam lalu
0
thumb
Kasus Penghinaan Adat Toraja Komika Pandji Pragiwaksono Bakal Ditutup, Bareskrim Siapkan Restorative Justice
• 12 jam lalu
0
thumb
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Dugaan Penipuan, Polisi Akan Periksa Minggu Depan
• 7 jam lalu
0
thumb
Jadwal Wakil Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF 2026 Hari Ini
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.