Lansia dan Balita Korban Gempa NTT di Manggarai Dapat Pengungsian Khusus

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

MANGGARAI, KOMPAS.com - Sejumlah warga terdampak gempa di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai merasa lebih tenang setelah mendapat tempat pengungsian yang lebih layak.

Warga, terutama balita dan lansia, kini ditempatkan di tenda pengungsian yang dibangun perusahaan BUMN Pertamina di Lapangan Barang Kolong. Tenda tersebut disediakan khusus untuk membantu kelompok rentan yang terdampak gempa.

Rosalia Ocam (55), salah satu pengungsi, mengaku bersyukur dengan keberadaan tenda tersebut. Keberadaan tenda ini membuat keluarganya dapat beristirahat lebih nyaman setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.

“Ya, kami sangat terbantu sekali. Kami bisa istirahat dengan tenang dengan terjadinya gempa ini, terus tidur malam juga nyaman,” ujar Rosalia saat ditemui di lokasi pengungsian, Kamis (20/8/2026).

Baca juga: 6.541 Rumah di Manggarai Barat Rusak akibat Gempa NTT, 695 Warga Mengungsi

Rosalia mengatakan, keluarganya sebelumnya berada di tenda pengungsian bersama keluarga besar. Keluarganya kemudian memisahkan anggota keluarga yang masuk kelompok rentan ke tenda khusus tersebut.

“Jadi kami yang dari tenda dari keluarga besar tadi, lansianya kami terbagi ke sini sama balita. Lansianya ada tiga orang, terus balitanya ada tiga orang,” ujar Rosalia.

Menurut Rosalia, keluarganya yang sebelumnya berada dalam satu tenda berjumlah 33 orang.

Tenda khusus tersebut kemudian ditempati tiga lansia dan tiga balita dari keluarga mereka.

Baca juga: Gempa M 4,2 Guncang Manggarai NTT, Berpusat 41 Km dari Ruteng

Dapat pemeriksaan kesehatan

Selain tempat yang lebih nyaman, warga di tenda tersebut juga mendapat dukungan kesehatan. Para lansia di tenda mendapat pemeriksaan dari dokter Pertamina.

“Ini seperti lansia tadi diperiksa semua, terus dikasih obat dari dokter Pertamina pusat,” kata Rosalia.

Rosalia berharap bantuan untuk para pengungsi tetap berlanjut, sampai situasi benar-benar kembali normal dan bisa kembali ke rumah serta beraktivitas normal.

“Ya, dari kami, kami ucapkan terima kasih untuk Pertamina Pusat, jaya selalu, semoga Tuhan selalu memberkati, Amin. Untuk kedepannya bisa juga kami mengharapkan bantuan-bantuan lain juga,” katanya.

Baca juga: Pascagempa NTT, Warga di Manggarai Kekurangan Makanan, Bertahan dengan Jagung

Makanan lebih terjamin

Pengalaman serupa dirasakan Fitriyani (32), pengungsi lainnya di tenda khusus lansia dan balita.

Fitriyani mengatakan, keluarganya baru pindah ke tenda pengungsian terpusat pada Rabu (19/8/2026). Sebelumnya, mereka bertahan menggunakan terpal seadanya.

“Baru kemarin kita dapat dari Pemda, dari Pertamina ini. Untuk sementara kemarin darurat,” kata Fitriyani.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

KOMPAS.com/Tria Sutrisna Para lansia korban gempa bumi di Reok, Manggarai, NTT, saat berbincang dengan Corporate Secretary PT Pertamina Arya Dwi Paramita di pengungsian Lapangan Barang Kolong, Kamis (20/8/2026).


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
70 Persen Masyarakat Indonesia Alami Intoleransi Laktosa, Ini Pilihan Susu yang Lebih Nyaman
• 8 jam lalu
0
thumb
Gebrakan RT-RW di Jakarta: Kala Sampah Jadi Sapu, Kompos, hingga BBM
• 9 jam lalu
0
thumb
Pemprov Jatim Salurkan 64 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT
• 5 jam lalu
0
thumb
11 Tahun Jalan Rusak Terabaikan, Kemarahan Warga Memuncak di DPRD Garut
• 9 jam lalu
0
thumb
Menjaga Semangat Belajar Siswa Kala Lantai Sekolah Pecah dan Plafon Keropos
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.