Dinsos Surabaya Temukan 6 Panti Asuhan Tak Berizin Usai Kasus Baitul Yatim

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

Dinas Sosial Kota Surabaya menemukan enam panti asuhan lain yang tidak berizin usai terungkapnya kasus pencabulan di Panti Asuhan Baitul Yatim di Tandes.

Antiek Sugiharti Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya menyebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kelurahan dan kecamatan terkait panti yang tidak terdata karena belum mengantongi izin itu.

“Apabila belum (berizin) maka kami juga akan melakukan pembinaan, melakukan pendampingan,” bebernya pada Kamis (20/8/2026).

Hasilnya, terdapat 273 panti asuhan yang terdata dengan memenuhi perizinan. Sementara ada tujuh panti asuhan yang belum memiliki izin.

Salah satunya termasuk Panti Asuhan Baitul Yatim yang diminta tutup per Kamis hari ini. Penutupan tersebut karena panti asuhan itu tidak hanya terbukti melanggar syarat perizinan sebelum beroperasi, tapi juga tidak punya data administrasi penghuni, serta terungkapnya kasus pencabulan oleh pengasuh terhadap penghuni.

Sementara enam panti asuhan lainnya masih diberi kesempatan untuk mengurus administrasi.

“Yang enam di antaranya sebenarnya sudah kami surati dan sudah ada pemanggilan untuk dibantu mereka melakukan pengurusan administrasi,” bebernya.

Temuan ini, katanya senagai evaluasi pemkot untuk meningkatkan sosialisasi pentingnya pengurusan administrasi pendirian Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) seperti panti asuhan. (lta/saf/ham)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BTN Siapkan SDM Hadapi Era AI, Bidik Produktivitas Lebih Tinggi
• 14 jam lalu
0
thumb
Hasil Kejuaraan Dunia BWF 2026: Rachel/Febi ke Perempat Final Usai Ganda Jepang Putuskan Mundur
• 9 jam lalu
0
thumb
Apresiasi Pameran Foto 'Prahara Pulau Emas', Wali Kota Medan: Foto Jurnalistik Menggugah Empati dan Menciptakan Harapan
• 9 jam lalu
0
thumb
Pemkab Lebak Berangkatkan 152 Pekerja Migran ke 14 Negara, Dorong Ekonomi Keluarga
• 21 jam lalu
0
thumb
Digitalisasi Perlinsos Pangkas Waktu Verifikasi Jadi 5 Menit, Hemat Anggaran hingga Rp200 Triliun
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.