Pemkab Lebak Berangkatkan 152 Pekerja Migran ke 14 Negara, Dorong Ekonomi Keluarga

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, memberangkatkan 152 pekerja migran Indonesia (PMI) asal daerah tersebut untuk bekerja di 14 negara di kawasan Asia dan Eropa sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Kepala Penempatan Perluasan dan Pelatihan Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lebak Deni Triasih mengatakan pemberangkatan PMI diharapkan berdampak positif terhadap perekonomian keluarga sekaligus mengurangi pengangguran.

"Kami berharap pemberangkatan tenaga kerja migran ini dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga, juga mengurangi pengangguran," ungkap Deni.

Pemkab Lebak Pastikan PMI Berangkat melalui Jalur Legal

Pemerintah Kabupaten Lebak menjalin kerja sama dengan perusahaan jasa tenaga kerja resmi yang telah terdaftar di Kementerian Tenaga Kerja untuk mencegah masyarakat berangkat ke luar negeri melalui jalur non-prosedural.

Pemkab Lebak juga mengapresiasi tingginya jumlah masyarakat setempat yang setiap tahun bekerja sebagai PMI hingga mencapai ratusan orang.

Para PMI diberangkatkan melalui jalur resmi atau legal sehingga memperoleh perlindungan dari pemerintah Indonesia serta perusahaan yang memberangkatkan mereka.

"Semua tenaga kerja migran yang diberangkatkan legal itu dilindungi pemerintah dan perusahaan," kata Deni.

Sebanyak 152 PMI tersebut tersebar di Arab Saudi, Brunei Darussalam, Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Jepang, Malaysia, Singapura, Hong Kong, Taiwan, Slovakia, Jerman, dan Turki.

Mereka bekerja pada sektor formal maupun non-formal sesuai kebutuhan tenaga kerja di negara tujuan masing-masing.

Jenis pekerjaan yang dijalani antara lain perawat bayi, perawat lansia, pekerja salon aksesoris kendaraan, penjaga toko, pekerja pabrik, pekerja perbengkelan, asisten rumah tangga, sopir, pekerja industri, serta bidang pekerjaan lainnya.

Rata-rata PMI asal Kabupaten Lebak tersebut memiliki latar belakang pendidikan SMA dan SMK.

Deni berharap para PMI dapat bekerja dengan baik dan disiplin serta membantu meningkatkan kondisi ekonomi keluarga dan orang tua mereka.

"Kami berharap tenaga kerja migran dapat melaksanakan tugas dengan baik dan disiplin juga bisa membantu ekonomi keluarga orang tua," ungkap Deni.

PMI Dibekali Kompetensi dan Kemampuan Bahasa

Sebelum diberangkatkan, para PMI telah dibekali kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja di masing-masing negara tujuan.

Selain keterampilan kerja, mereka juga dipersiapkan untuk menguasai bahasa yang digunakan di negara tempat bekerja.

Pemerintah Kabupaten Lebak memiliki Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mendukung peningkatan kemampuan calon pekerja migran.

Pengembangan keterampilan tenaga kerja juga dilakukan melalui kolaborasi dengan salah satu Lembaga Pendidikan Ketrampilan di Jakarta.

Para PMI diwajibkan memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai persyaratan serta kebutuhan negara tujuan agar dapat bekerja secara profesional.

"Para tenaga pekerja migran itu wajib memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai permintaan dari negara itu agar mereka bekerja lebih profesional," kata Deni.

Tiga Bulan di Hong Kong, Maryati Kirim Rp10 Juta ke Orang Tua

Salah satu PMI asal Kabupaten Lebak, Maryati (25), saat ini bekerja sebagai perawat lansia di Hong Kong.

Maryati mengaku betah bekerja di Hong Kong karena mendapatkan majikan yang dinilainya cukup baik.

Setelah bekerja sekitar tiga bulan, Maryati mengaku telah mengirimkan uang sebesar Rp10 juta kepada orang tuanya di kampung.

"Kami bekerja sudah tiga bulan lalu dan sudah mengirimkan uang ke orang tua di kampung sebesar Rp10 juta," ungkap Maryati.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
IHSG Dibuka Merah, Rupiah Melemah di Rp 17.862 per Dolar AS
• 19 jam lalu
0
thumb
Cara Sederhana Bedakan Meterai Asli dan Palsu, Basahi Pakai Air Liur Nempel atau Tidak
• 9 jam lalu
0
thumb
Madonna dan Taylor Swift Dominasi Nominasi MTV VMAs 2026
• 15 jam lalu
0
thumb
PN Jaksel Gelar Praperadilan Jilid I dan II Febrie Adriansyah Hari Ini
• 17 jam lalu
0
thumb
7 Mahasiswa UBSI Lolos Program Magang Internasional di Malaysia
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.