tvOnenews.com - Kisah seorang calon kadet putri Universitas Pertahanan (Unhan) RI bernama Asma Wafa Andina tengah menjadi sorotan di media sosial.
Ia mengaku memilih mengundurkan diri meski telah dinyatakan lolos seleksi tingkat pusat karena tidak bersedia melepas hijab selama menjalani pendidikan.
Cerita tersebut pertama kali dibagikan Wafa melalui unggahan di Threads.
Dalam unggahannya, ia menceritakan rangkaian proses seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unhan Tahun Akademik 2026/2027 yang telah dijalaninya sejak Februari hingga Juni 2026.
Menurut pengakuannya, persoalan mengenai hijab baru menjadi semakin jelas ketika dirinya mengikuti tahapan seleksi di tingkat pusat.
Wafa menyebut calon kadet putri berhijab sempat ditanya mengenai kesediaan melepas hijab apabila dinyatakan lolos.
Wafa akhirnya dihadapkan pada pilihan yang menurutnya berat: mengikuti ketentuan yang disampaikan kepadanya atau mundur dari pendidikan yang telah diperjuangkannya selama berbulan-bulan.
Ia memilih opsi kedua.
Wafa merupakan calon mahasiswa Program S-1 Kedokteran Unhan yang mengikuti proses seleksi PMB 2026/2027.
Setelah melalui berbagai tahapan, ia dinyatakan lolos seleksi tingkat pusat.
amun, sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya dan menandatangani kontrak pendidikan, Wafa mengaku kembali memastikan ketentuan mengenai penggunaan hijab bagi kadet putri.
Dalam unggahannya, ia mengatakan calon peserta perempuan berhijab memang difasilitasi untuk mengenakan hijab selama mengikuti tahapan seleksi.
Namun, menurut pengakuannya, situasinya berbeda setelah peserta dinyatakan diterima sebagai kadet.
"Hijabers memang diberi kesempatan dan difasilitasi selama mengikuti tes, tetapi tidak diberi pilihan setelah dinyatakan lulus menjadi mahasiswa. Pilihan yang ada bagi kami hanya lepas atau mundur, saya memilih opsi kedua," tulis Wafa dalam unggahannya.
Pernyataan tersebut kemudian ramai dibicarakan karena menyangkut persoalan transparansi aturan dalam proses penerimaan mahasiswa baru di institusi pendidikan yang memiliki karakter pendidikan dan kedisiplinan militer.
Wafa menyebut persoalan tersebut pertama kali ia temui ketika mengikuti wawancara akademik pada 7 Juni 2026.
Menurut cerita yang dibagikannya, dalam sesi tersebut calon kadet putri yang mengenakan hijab ditanya mengenai kesediaan melepas penutup kepala apabila nantinya dinyatakan lolos.





Komentar (0)