Liputan6.com, Jakarta - Fakta baru terungkap dalam persidangan terdakwa Heru Anggara dalam kasus pembunuhan MAH (9), anak politikus PKS Cilegon Maman Suherman.
Jaksa mengungkap Heru sempat merencanakan pembobolan bank sebelum akhirnya membunuh korban.
Advertisement
"Awalnya akan melakukan perampokan di bank, kemudian terdakwa berniat mencari rumah di komplek sebagai target pencurian melalui Google Map," kata JPU Kejari Cilegon, Nasrudin, ditulis Kamis, (20/08/2026).
Heru nekat melakukan aksi tersebut setelah terlilit utang akibat investasi kripto. Dalam persidangan, jaksa mengungkap Heru awalnya menginvestasikan uang tabungannya sebesar Rp 400 juta ke aset kripto pada 2023. Nilai investasinya sempat melonjak hingga mencapai Rp 4 miliar pada awal 2025.
Namun, kondisi itu berbalik. Sekitar Juni hingga Agustus 2025, Heru mulai meminjam uang dari sejumlah lembaga keuangan, yakni Rp 700 juta dari bank, Rp 72 juta dari koperasi, dan Rp 50 juta melalui pinjaman online (pinjol).
"Diperjalanan, kripto semakin merosot dan semua uang terdakwa yang ada di kripto pun habis," kata Jaksa Nasrudin.
Kondisi ekonominya pun semakin terpuruk. Heru bahkan menjual perhiasan senilai Rp 160 juta. Kondisi tersebut juga membuat istrinya memilih pulang ke Palembang pada Desember 2025 karena tak lagi kuat menghadapi perilaku suaminya.





Komentar (0)