Polisi Sebut Sembilan Remaja Papua Diculik Separatis Papua, Begini Respons Jubir OPM

republika.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kelompok bersenjata Papua Merdeka membantah telah menculik maupun menyandera terhadap sembilan warga sipil di Mimika, Papua Tengah.

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB - OPM) Sebby Sambom mengatakan tudingan Polri tersebut merupakan provokasi dan propaganda untuk penyebaran negatif kelompok prokemerdekaan tersebut. “Itu hanya propaganda yang dibikin militer Indonesia,” kata Sebby saat dihubungi Republika dari Jakarta, pada Kamis (20/8/2026).

Baca Juga
  • Peringati HUT Ke-81 RI, Warga Tanah Abang Antusias Ikuti Jamuan Rakyat
  • Peringatkan Amerika, Iran Bakal Produksi Rudal dengan Daya Hancur Hulu Ledak Lebih Besar
  • Pramono Segera Putuskan Nasib Jalur Sepeda Warisan Anies, Bakal Dihapus?

Ia mengatakan, pasukan TPNPB-OPM yang tersebar di seluruh wilayah Papua, tak menargetkan warga biasa dalam perlawanan bersenjata dengan aparat bersenjata Indonesia. “Pasukan TPNPB tidak menargetkan warga sipil,” sambung dia.

Sebelumnya dikabarkan, aksi penyerangan yang dilakukan separatis bersenjata di sejumlah wilayah Bumi Cenderawasih masih masif terjadi. Di Mimika, kepolisian setempat melaporkan aksi separatisme kelompok bersenjata itu bukan cuma menyasar pasukan keamanan Tentara Nasional Indonesia (TNI) maupun Polri, tetapi juga terhadap warga sipil lokal maupun pendatang.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Bahkan Polres Mimika mengabarkan kelompok separatis itu mulai melakukan penculikan, dan penyanderaan terhadap sejumlah warga.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Amri/Nita ke Semifinal Kejuaraan Dunia 2026, Beri Skor Afrika Wakil Taiwan
• 12 jam lalu
0
thumb
KPK OTT di Purwokerto, Rektor Unsoed Diamankan
• 18 jam lalu
0
thumb
BNPP Reaktivasi PLB Temajuk–Telok Melano, Buka Akses Ekonomi & Pariwisata RI-Malaysia
• 8 jam lalu
0
thumb
Alumni Muda UNM Dorong Alumninya Jadi Rektor
• 9 jam lalu
0
thumb
Gempa Susulan di NTT Capai 4.258 Kali dalam Sepekan
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.