Area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) sudah mencapai 148,71 hektare (ha). Lebih dari 10 ribu personel gabungan dikerahkan untuk menangani karhutla di Kalteng.
Berdasarkan data karhutla per Selasa (18/7) pukul 18.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng menyampaikan titik panas (hotspot) karhutla ada sebanyak 1.026 titik.
"Kejadian Karhutla: 46 kejadian," kata BPBD Kalteng lewat akun Instagram, @bpbdkalteng, Kamis (20/8/2026).
Sebanyak 10.700 personel gabungan telah dikerahkan untuk memadamkan karhutla. Proses pemadaman juga melibatkan 5 helikopter dan 1 pesawat untuk kebutuhan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Karhutla memicu timbulnya asap yang berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat. BPBD Kalteng melaporkan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) lebih dari 66 ribu.
"Dampak kesehatan juga mulai terasa dengan tercatatnya 66.679 kasus ISPA," katanya.
BPBD mengimbau seluruh masyarakat untuk bersinergi dan proaktif dengan tidak membakar hutan dan lahan, menjaga lingkungan sekitar kita agar tetap asri dan hijau, serta menjaga kesehatan diri dan keluarga dari paparan asap.
Hotspot karhutla terbanyak berada di Kapuas yakni 231 titik dengan 7 kejadian karhutla dan lahan terbakar mencapai 21,5 ha. Selanjutnya, hotspot terbanyak di Kotawaringin Timur, yakni 212 titik dan 3 kejadian karhutla dengan area terdampak 2 hektare.
Sementara, daerah terdampak karhutla terluas ada di Kotawaringin Barat yaitu seluas 46,7 ha dengan 8 kejadian karhutla dan 5 hotspot. Setelahnya, ada Sukamara dengan luas area karhutla 37 ha dan 37 hotspot serta 1 kejadian karhutla.
(jbr/dhn)






Komentar (0)