Tinjau 50 Posko Gempa NTT, Wakil Ketua Komisi IV DPR Bilang Banyak Warga Belum Dapat Bantuan

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Seorang wanita menatap dari tenda untuk pengungsi gempa di Reo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8/2026). Gempa M7,7 melanda NTT pada Sabtu (15/8/2026). (Sumber: AP Photo/Firdia Lisnawati)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Ahmad Yohan menyampaikan, banyak warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang belum mendapatkan bantuan.

Seperti diketahui, gempa M7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) lalu.

Dalam dialog Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Kamis (20/8/2026), Yohan mengatakan dirinya sedang berada di Maumere, dan selama tiga hari telah meninjau 50 posko penanganan gempa bumi di sejumlah daerah di NTT.

“Saya kemarin ketika 50 titik juga saya melihat bahwa bantuan sembako ini belum sampai ke banyak titik,” kata dia.

Berdasarkan pantauannya selama meninjau sejumlah tempat tersebut, Yohan menyebut sebagian warga yang rumahnya hancur akibat gempa, mengalami trauma mendalam.

“Yang pertama bagi warga yang kemarin rumahnya hancur sekitar di daerah Waso, Ronting, dan Manggarai Timur dan sebagian di Kabupaten Ngada itu mengalami trauma yang luar biasa,” jelasnya.

Baca Juga: Penanganan Gempa NTT, Anggota DPR Kritik Koordinasi Pusat dan Daerah

“Pertama, rumahnya hancur, semua yang mereka miliki rusak, kemudian mereka harus berpindah dari rumahnya, sehingga kegelisahan itu luar biasa.”

Selain itu, kata dia, banyaknya gempa susulan juga menjadi faktor penyebab trauma yang luar biasa, terlebih bagi masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir.

“Sehingga inilah yang melahirkan banyak posko-posko mandiri atau tenda-tenda mandiri karena menghindari laut, karena isu soal tsunami ini membuat seluruh rakyat agak trauma dan takut. Inilah yang membuat kita kesulitan membuat posko bersama,” bebernya.

Isu tsunami tersebut, lanjut Yohan, menjadi pemicu warga memilih tempat aman sesuai dengan cara pandang mereka sendiri.

“Masih banyak warga memilih aman dengan cara pandangnya sendiri, itu kemudian pergi agak jauh dari bibir pantai, banyak yang membangun di tempat-tempat ketinggian, kejauhan,” tuturnya.

“Sehingga tidak terkoordinasi dengan baik, inilah yang membuat bantuan-bantuan sembako ini belum merata terbaik kepada seluruh masyarakat,” kata dia.

Meski demikian, ia mengaku bersyukur karena pemerintah pusat, seperti kementerian dan lembaga, sudah banyak yang berkunjung ke lokasi terdampak untuk memantau secara langsung.

Baca Juga: BNPB Buka Suara Soal Pemulihan Penyintas Gempa di NTT dan Kendala Distribusi Bantuan

Ia berharap kunjungan mereka dapat menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Pertama soal makannya warga-warga kita yang ada di posko-posko baik tenda yang dibangun bersama maupun yang mandiri, kemudian soal kesehatan.”

“Saya melihat kemarin, karena ini banyak kampung yang jauh, sehingga cuma ada tenda, sanitasinya belum ada, WC-nya belum ada, air minum juga kesulitan, belum dilengkapi dengan paramedis ya,” tegas Yohan.

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV

Tag
  • wakil ketua komisi iv
  • ahmad yohan
  • gempa bumi ntt
  • gempa bumi
  • ntt
  • gempa NTT
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menhub Dudy Buka Suara soal Tarif Pengiriman Barang Ojol
• 15 jam lalu
0
thumb
Rotasi AKD Disebut Upaya Mengoptimalkan Kinerja Fraksi Golkar
• 14 jam lalu
0
thumb
Kejuaraan Dunia BWF 2026: Hilang Fokus Bikin Bimo/Arlya Terhenti di 32 Besar
• 13 jam lalu
0
thumb
BI Siapkan Strategi Pengendalian Inflasi Imbas El Nino
• 6 jam lalu
0
thumb
Bareskrim Ungkap Penipuan Modus Manipulasi Email, Korbannya Perusahaan asal AS
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.