Jakarta (ANTARA) - TikTok dikabarkan tengah mengembangkan fitur yang memungkinkan antarpengguna di platform tersebut bisa mengirimkan uang melalui layanan Direct Message (DM) atau pesan langsung.
Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg yang juga mengungkap apabila pengembangan fitur ini berhasil, maka TikTok bakal memfasilitasi proses transaksi itu menggunakan layanan TikTok Pay yang merupakan dompet digital buatannya.
Mengutip TechCrunch, Selasa (18/8) waktu setempat, pengembangan fitur ini ditemukan dalam kode yang tersembunyi dalam aplikasi TikTok untuk iPhone di AS.
Kode tersebut menunjukkan bahwa penerima dapat "mengetuk untuk menerima" pembayaran, mereka yang mengirim uang juga disebut dapat menyertakan pesan bersama pembayaran mereka.
Baca juga: TikTok didenda Rp126,5 miliar di Korea Selatan atas pelanggaran data
Saat dikonfirmasi, TikTok mengatakan fitur itu belum diuji yang menjadi penanda bahwa layanan ini masih dalam tahap pengembangan awal.
Karena fitur tersebut masih dalam pengembangan, maka belum diketahui kapan atau apakah TikTok berencana merilisnya ke publik secara lebih luas.
Sebenarnya ini bukan pertama kali TikTok untuk mencoba merambah ke layanan keuangan.
Di awal 2026, TikTok telah mengajukan permohonan kepada bank sentral Brasil untuk mendapatkan persetujuan beroperasi sebagai perusahaan teknologi yang menawarkan layanan pinjaman dan pembayaran.
Walau citra platform ini adalah jejaring sosial, namun sebenarnya TikTok sudah berkembang melampaui citra tersebut.
Mereka menambahkan lebih banyak fitur-fitur pencarian yang canggih, layanan belanja TikTok Shop, permainan, pemesanan hotel, dan masih banyak lagi.
Dengan mencoba layanan yang memungkinkan pengguna bertransaksi di dalam TikTok untuk pasar AS, maka nantinya TikTok bakal bersaing dengan Venmo dan Zelle.
Meski begitu tetap saja, TikTok bukan satu-satunya jejaring sosial yang merambah ke layanan keuangan karena X sebelumnya sudah meluncurkan layanan serupa bernama X Money untuk memungkinkan pengguna saling mengirim uang.
Baca juga: Larangan TikTok di perangkat pemerintah AS kini tidak berlaku
Baca juga: TikTok-Tokopedia bantah lakukan PHK massal
Baca juga: TikTok perkenalkan paket berlangganan layanan bebas iklan di Inggris
Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg yang juga mengungkap apabila pengembangan fitur ini berhasil, maka TikTok bakal memfasilitasi proses transaksi itu menggunakan layanan TikTok Pay yang merupakan dompet digital buatannya.
Mengutip TechCrunch, Selasa (18/8) waktu setempat, pengembangan fitur ini ditemukan dalam kode yang tersembunyi dalam aplikasi TikTok untuk iPhone di AS.
Kode tersebut menunjukkan bahwa penerima dapat "mengetuk untuk menerima" pembayaran, mereka yang mengirim uang juga disebut dapat menyertakan pesan bersama pembayaran mereka.
Baca juga: TikTok didenda Rp126,5 miliar di Korea Selatan atas pelanggaran data
Saat dikonfirmasi, TikTok mengatakan fitur itu belum diuji yang menjadi penanda bahwa layanan ini masih dalam tahap pengembangan awal.
Karena fitur tersebut masih dalam pengembangan, maka belum diketahui kapan atau apakah TikTok berencana merilisnya ke publik secara lebih luas.
Sebenarnya ini bukan pertama kali TikTok untuk mencoba merambah ke layanan keuangan.
Di awal 2026, TikTok telah mengajukan permohonan kepada bank sentral Brasil untuk mendapatkan persetujuan beroperasi sebagai perusahaan teknologi yang menawarkan layanan pinjaman dan pembayaran.
Walau citra platform ini adalah jejaring sosial, namun sebenarnya TikTok sudah berkembang melampaui citra tersebut.
Mereka menambahkan lebih banyak fitur-fitur pencarian yang canggih, layanan belanja TikTok Shop, permainan, pemesanan hotel, dan masih banyak lagi.
Dengan mencoba layanan yang memungkinkan pengguna bertransaksi di dalam TikTok untuk pasar AS, maka nantinya TikTok bakal bersaing dengan Venmo dan Zelle.
Meski begitu tetap saja, TikTok bukan satu-satunya jejaring sosial yang merambah ke layanan keuangan karena X sebelumnya sudah meluncurkan layanan serupa bernama X Money untuk memungkinkan pengguna saling mengirim uang.
Baca juga: Larangan TikTok di perangkat pemerintah AS kini tidak berlaku
Baca juga: TikTok-Tokopedia bantah lakukan PHK massal
Baca juga: TikTok perkenalkan paket berlangganan layanan bebas iklan di Inggris






Komentar (0)