FLORES, KOMPAS.TV - Pemerintah terus mempercepat penanganan dan pemulihan warga terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur.
Kepala BNPB Letjen Suharyanto meninjau langsung kondisi penyintas di Kabupaten Sikka dan Ende.
Di Ende, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa magnitudo 7,7.
Pemerintah menyiapkan bantuan perbaikan rumah, serta hunian tetap bagi warga dengan rumah rusak berat.
BNPB juga meminta semua pihak bekerja sama agar langkah-langkah proses pemulihan warga dan penyaluran bantuan kepada warga terdampak bisa berjalan dengan baik.
BNPB mengungkap sejumlah kendala penyaluran bantuan korban gempa di NTT, mulai dari akses sulit, hingga sebaran pengungsi mandiri. Lebih dari 59.000 orang mengungsi.
Menurut BNPB, petugas kesulitan menembus desa-desa terisolasi pascagempa dahsyat di Flores, salah satunya Desa Nitung di Palue, Sikka.
Petugas juga butuh waktu mendata dan menyalurkan bantuan untuk warga yang mengungsi secara mandiri.
BNPB mencatat jumlah pengungsi mencapai 59.647 orang, terbanyak berada di Kabupaten Manggarai.
Tenda pengungsi di Kampung Barang-Kolong, Kecamatan Reok, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, dihuni lebih dari 1.300 korban gempa. Namun, dapur umum sangat minim di lokasi tersebut.
Pengungsi di Desa Barangkolong, Reok, Kabupaten Manggarai, sudah menerima bantuan logistik, seperti beras dan mi instan.
Namun, minimnya dapur umum membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan makan mereka.
Warga juga masih menempati tenda darurat yang serba terbatas. Fasilitas sanitasi juga sangat dibutuhkan.
Baca Juga: Sisa Luka dan Cerita Penyintas Gempa NTT, Tertimbun Reruntuhan hingga Isu Tsunami
#gempantt #flores #gempabumi #bnpb
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- bnpb
- gempa flores
- gempa bumi
- bencana ntt
- distribusi bantuan
- korban gempa






Komentar (0)