Kenapa Nyamuk Terasa Makin Banyak Saat Kemarau? Ini Penjelasan Peneliti BRIN

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Banyak warga yang merasa nyamuk menjadi lebih banyak akhir-akhir ini. Mereka mengeluhkan serangan nyamuk yang turut mengganggu jam istirahat saat tidur malam. Apakah fenomena ini berkaitan dengan kondisi musim kemarau yang tengah terjadi di Indonesia?

Keluhan itu banyak disampaikan di media sosial. Para warga yang mayoritas tinggal di wilayah Jabodetabek ini mengatakan nyamuk di rumah mereka terasa semakin banyak dalam beberapa waktu terakhir.

Dikonfirmasi terpisah, peneliti entomologi atau ilmu serangga di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Awit Suwito mengungkap ada sejumlah faktor yang dapat dijelaskan terkait fenomena tersebut. Faktor pertama berkaitan dengan suhu lingkungan saat memasuki musim kemarau.

Baca juga: Anggota DPR Desak Kemenkeu Cairkan Rp 290 M untuk Tangani Karhutla Kalimantan

"Mengapa populasi nyamuk pada musim kemarau (lebih tepatnya akhir kemarau dan awal musim hujan) rasanya lebih meningkat? Ini berkaitan dengan beberapa faktor. Faktor pertama, suhu lingkungan yang meningkat menjadikan waktu siklus hidup nyamuk semakin pendek," kata Awit saat dihubungi, Kamis (20/8/2026).

Awit mengatakan pada musim kemarau ketersediaan genangan air di luar lingkungan rumah menjadi lebih sedikit. Genangan air itu diketahui tempat perindukan dari nyamuk.

Berkurangnya ketersediaan genangan air di luar rumah membuat nyamuk-nyamuk berpindah ke area dalam rumah.

Baca juga: Prabowo Tegaskan Giant Sea Wall Mutlak Harus Dibangun, Contohkan Belanda

"Sehingga nyamuk terutama nyamuk aedes aegypti yang lebih menyukai habitat air jernih akan terpusat pada tempat-tempat air yang ada di dalam atau sekitar rumah, seperti bak mandi, kolam, tempat minuman hewan peliharaan dan lain-lain," tutur Awit.

Awit menjelaskan, telur nyamuk bisa bertahan pada kondisi kering. Hal itu membuat siklus hidup nyamuk tetap bertahan panjang saat cuaca di Indonesia mulai memasuki musim kemarau.

Kondisi tersebut juga memungkinkan telur nyamuk terus hidup sampai memasuki musim penghujan di mana banyak memunculkan genangan air di luar rumah. Deretan faktor itu membuat populasi nyamuk terasa lebih banyak.

Baca juga: BMKG: Musim Hujan di Jabodetabek Mulai Pertengahan Oktober

"Telur nyamuk tahan akan kondisi kering sehingga bila memasuki awal musim hujan menciptakan genangan-genangan air yang memungkinkan telur tersebut melanjutkan siklus hidupnya. Sehingga seolah-olah penambahan populasi nyamuk makin tinggi dan serempak," tutur Awit.

Saksikan Live DetikPagi:




(ygs/eva)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bobby Nasution Resmikan BRT Mebidang, Dorong Integrasi Transportasi Publik Medan-Binjai-Deliserdang
• 20 jam lalu
0
thumb
Esa Unggul Kenalkan Digitalisasi Data Vaksin
• 19 jam lalu
0
thumb
Jalan Rusak Akibat Truk Odol Habiskan Anggaran Rp 40 Triliun, AHY Beri Atensi
• 2 jam lalu
0
thumb
Kronologi Mobil Honda Brio Tabrak Truk di Tol Surabaya - Mojokerto, Anak Usia 5 Tahun Meninggal Dunia
• 17 jam lalu
0
thumb
Kejati Sulsel Telusuri Dugaan Penyimpangan Smart Controlling School Dinas Pendidikan, 20 Lebih Saksi Diperiksa
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.