Esa Unggul Kenalkan Digitalisasi Data Vaksin

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengelolaan data vaksin di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Jakarta Barat mulai didorong ke sistem digital melalui penerapan Extended e-iANC. Sistem tersebut membantu bidan mencatat suhu penyimpanan vaksin, memantau stok, hingga mengelola data vaksin secara lebih terstruktur.

Program tersebut dijalankan Universitas Esa Unggul melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “PKM Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Praktik Mandiri Bidan dengan Extended e-iANC di Wilayah Kerja Jakarta Barat”. Kegiatan ini bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Jakarta Barat dan didukung Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2026 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Baca Juga
  • Peringati Hari Hepatitis Sedunia, Etana Gencarkan Vaksinasi Hepatitis A
  • Vaksin HPV Diperluas, Ikhtiar Melindungi Generasi dari Ancaman Kanker Serviks
  • Vaksin HPV pada Anak SD Dinilai Efektif Cegah Kanker Serviks Hingga 90 Persen

Ketua Tim PKM Dr. Hosizah menjelaskan, Extended e-iANC merupakan pengembangan sistem e-iANC untuk mendukung pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), termasuk pencatatan data vaksin.

“Dengan sistem ini, bidan dapat mencatat suhu kulkas penyimpan vaksin secara elektronik, memantau penggunaan dan stok vaksin secara real-time, serta menghasilkan grafik suhu secara otomatis,” ujar Hosizah dalam siaran pers, Rabu (19/8/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Melalui program tersebut, para bidan mendapatkan pelatihan, bimbingan teknis, dan pendampingan penggunaan Extended e-iANC. Sistem ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual yang selama ini masih menggunakan formulir berbasis kertas.

Pencatatan manual membuat bidan membutuhkan waktu lebih lama untuk memantau stok, membuat grafik suhu kulkas, serta mencari kembali data yang telah diarsipkan.

Salah seorang bidan peserta mengatakan, penerapan sistem digital membuat pengelolaan data vaksin lebih praktis.

“Dengan adanya Extended e-iANC, pencatatan menjadi lebih praktis dan rapi. Kami juga lebih mudah memantau penggunaan serta stok vaksin sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan dengan lebih efektif,” ujarnya.

Selain mempercepat pencatatan, penerapan Extended e-iANC diharapkan membantu meningkatkan kompetensi bidan dalam pemanfaatan teknologi informasi. Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengelolaan data vaksin yang lebih terdokumentasi dalam pelayanan imunisasi di TPMB Jakarta Barat.

 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Saatnya Pusat Mendengar Daerah
• 18 jam lalu
0
thumb
Pengasuh Panti di Surabaya Diduga Cabuli Remaja Disabilitas Selama Dua Tahun
• 3 jam lalu
0
thumb
Persis Petik Pelajaran Berharga setelah Digebuk Java United FC, Makin Paham Karakter Calon Lawan di Grup Timur
• 12 jam lalu
0
thumb
Polisi minta hakim tolak praperadilan Febrie Adriansyah soal penyitaan
• 12 jam lalu
0
thumb
Kejagung Tunggu Putusan Hakim untuk Kembalikan Foto Keluarga Febrie Adriansyah
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.