Kepala Badan Pengawas Nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengumumkan telah menemukan beberapa ton material nuklir di sejumlah lokasi di wilayah Suriah. Benarkan material nuklir itu peninggalan era mantan Presiden Suriah Bashar al-Assad?
Dilansir Al Arabiya, Rabu (19/8/2026), para pemeriksa IAEA menyebut salah satu lokasi temuan material nuklir itu dilaporkan oleh pemerintah baru Suriah kepada IAEA bulan lalu. Pengumuman tersebut disampaikan di tengah komitmen pemerintah baru Suriah untuk bekerja sama dengan badan pengawas PBB.
Para diplomat senior Suriah mengatakan Damaskus tetap berminat mengembangkan program nuklir untuk tujuan damai. Suriah berniat menempatkan seluruh material nuklir dalam penguasaannya di bawah pengamanan internasional.
Di bawah rezim Assad, Suriah diyakini menjalankan program nuklir ekstensif yang tidak dideklarasikan secara resmi. Salah satunya diduga berupa reaktor nuklir yang dibangun oleh Korea Utara (Korut) di area Provinsi Deir al-Zor, wilayah timur Suriah.
Selama masa pemerintahan Assad, Suriah memang mengizinkan para pemeriksa IAEA mengunjungi beberapa lokasi. Namun di bawah kepemimpinan Presiden baru Suriah, Ahmed al-Sharaa, negara tersebut berjanji untuk bekerja sama sepenuhnya dengan badan pengawas PBB dan memberikan akses bagi para pemeriksa IAEA ke lokasi-lokasi yang dicurigai terkait aktivitas nuklir.
"Saya dan tim saya telah berada di lokasi Deir al-Zor, tempat dilakukannya pekerjaan penggalian dan eksplorasi yang sangat menyeluruh saat ini," ujar Direktur Jenderal IAEA, Rafael Mariano Grossi, dalam konferensi pers di Damaskus.
Grossi mengatakan satu lokasi lain yang menyimpan material nuklir juga telah ditemukan. Namun, dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.
(haf/haf)





Komentar (0)