Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mendeteksi tiga titik api di wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo atau kawasan Gunung Arjuno-Welirang.
Gatot Soebroto Kepala Pelaksana BPBD Jatim menjelaskan, tiga titik api tersebut lokasinya tidak dapat dijangkau oleh tim darat. Sehingga, tim menyiapkan upaya pemadaman water bombing atau jalur udara.
“Hasil pemetaan via udara, ada tiga titik api yang terdeteksi,” ujar Gatot dikonfirmasi, Rabu (19/8/2026).
Untuk operasi water bombing, Gatot menyebut sudah ada suplai air dari kolam di kawasan Kaliandra untuk diangkut menggunakan helikopter berkapasitas 1 ton menuju area yang terbakar.
“Kami sedang upayakan helikopter yang bisa mengangkut air sebanyak 1 ton sekali angkut,” jelasnya.
Saat ini, tim gabungan dari BPBD Jatim, BPBD daerah, TNI, dan Polri masih melakukan upaya pemetaan titik api lanjutan sebelum melakukanwater bombing.
Imbas karhutla tersebut, jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang di kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Raden Soerjo ditutup sementara pada Rabu (19/8) hari ini sampai waktu yang belum ditentukan.
Penutupan jalur pendakian tersebut berdasarkan surat pengumuman yang dikeluarkan UPT Tahura Raden Soerjo Nomor 500.4.6.10/1276/123.7.2/2026.
Sementara itu, Jumadi Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jatim belum memberikan penjelasan detail terkait penutupan kawasan Tahuran Raden Soerjo.
Pada Rabu siang, dia menyebut sedang berada di Pos Sumber Brantas dan tengah melakukan persiapan memberangkatkan tim untuk naik ke Lembah Lengkehan Gunung Arjuno.
“Saya sedang berada di Pos Sumber Brantas dan sedang memberangkatkan tim untuk naik ke Lembah Lengkehan,” ujar Jumadi.(wld/ham/rid)





Komentar (0)