Bapanas Salurkan 6.801 Ton Beras untuk Warga Terdampak Bencana di NTT

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

​Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyalurkan total 6.801,99 ton beras untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan komoditas pangan darurat dan reguler tersebut disalurkan melalui Perum Bulog.

​Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional, Sarwo Edhy, menjelaskan bahwa ketersediaan logistik dan anggaran untuk penanganan bencana telah dipersiapkan secara matang di dalam APBN 2026.

Dengan demikian, ketika terjadi bencana di suatu daerah, pemerintah dapat langsung bergerak cepat menyalurkan cadangan pangan melalui Bulog.

​“Jadi memang anggaran bencana itu, anggaran bantuan pangan, anggaran bencana alam, anggaran SPHP, anggaran gerakan pangan murah itu sudah dianggarkan. Jadi ketika ada bencana kita tinggal menyalurkan melalui Bulog,” kata Sarwo saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (19/8).

​Sarwo menuturkan bahwa terdapat lima kabupaten di NTT yang tercatat mengalami dampak bencana terparah dan menjadi sasaran utama penerima bantuan, yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sikka, dan Nagekeo.

​Ia merinci, khusus untuk alokasi penanganan dampak bencana alam, total volume beras yang diusulkan mencapai 990,33 ton. Rinciannya meliputi Kabupaten Manggarai sebanyak 81,63 ton, Manggarai Timur 153,78 ton, Ngada 86,88 ton, Sikka 6,88 ton, serta Nagekeo sebanyak 661,18 ton.

​Selain paket darurat bencana, pemerintah turut menyalurkan alokasi bantuan pangan reguler atau bantuan sosial beras bagi masyarakat di kelima kabupaten tersebut. Total volume bantuan pangan reguler ini mencapai 5.811,66 ton yang diproyeksikan untuk penyerapan selama kurun waktu tiga bulan, meliputi periode Juli, Agustus, dan September.

​“Jadi jumlah bantuan pangan reguler kan sebelum ada bencana alam ini, kita bantu untuk tiga bulan. Sepuluh kilogram dikali tiga bulan, ini jumlahnya 5.811,66 ton, nanti sekalian disalurkan,” terangnya.

​Dengan penggabungan tersebut, total keseluruhan bantuan beras yang digelontorkan Bapanas mencapai 6.801,99 ton. Sarwo menghitung, apabila dikonversikan menggunakan acuan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium di wilayah Indonesia Timur sebesar Rp 14.000 per kilogram, nilai total komoditas bantuan tersebut menyentuh angka sekitar Rp 95,23 miliar.

​“Jadi kalau dengan yang sekarang, sekarang kan itu tahap pertama mengusulkan. Sekarang ada tahap kedua lagi. Ini belum ada minyak goreng, hanya beras,” imbuhnya.

​Lebih lanjut, ia memastikan bahwa proses distribusi bantuan beras tersebut telah mulai berjalan dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan di lokasi terdampak. Guna menjamin ketepatan sasaran, Bapanas bahkan menurunkan jajaran pejabat eselon tinggi untuk mengawal langsung ke lapangan.

​“Sudah mulai disalurkan. Sudah sampai di titik karena kita tugaskan satu deputi kemudian beberapa direktur ke sana untuk mengawal, termasuk dari Satgas Pangan untuk mengawal bantuan itu sampai ke titik,” jelasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Danantara Himpun Donasi Rp 2,16 Miliar untuk Warga Terdampak Gempa NTT
• 20 jam lalu
0
thumb
Ahli: Hukum & Ekonomi Kerakyatan Harus Kembali Jadi Arah Pembangunan Indonesia
• 13 jam lalu
0
thumb
Bersekongkol Curi Batu Keramat Raja, Mantan Menteri Sri Lanka Ditangkap
• 19 jam lalu
0
thumb
3,4 Juta Meterai Palsu Disita, Polda Metro Jaya Ungkap Sindikat di 5 Provinsi
• 6 jam lalu
0
thumb
Kemenhaj Pastikan Layanan Jemaah Tetap Berjalan Pascagempa NTT
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.