BMKG: Dipastikan Butuh Puluhan Tahun Lagi untuk Terjadi Gempa Besar di Flores, NTT

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani angkat bicara perihal masyarakat NTT yang ketakutan akan terjadi gempa besar lagi di wilayahnya.

Teuku memastikan bahwa dibutuhkan puluhan tahun lagi untuk terjadi gempa besar di Flores, NTT, seperti gempa berkekuatan M 7,7 yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Ketakutan dari masyarakat akan terjadi gempa besar dalam waktu beberapa hari hingga beberapa minggu ke depan. Nah, ini perlu dipastikan bahwa diperlukan waktu hingga puluhan tahun ya, agar sesar naik di busur belakang dari Flores ini dapat mengumpulkan energi, dan menghasilkan gempa sebesar yang ada sekarang ini atau bisa lebih besar atau lebih kecil. Jadi, diperlukan waktu panjang," ujar Teuku, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Baca juga: Pertamina Salurkan 9.600 Paket Bantuan Untuk Warga hingga Karyawan Terdampak Gempa NTT

Teuku juga meminta masyarakat yang tinggal di dekat pantai untuk tetap tenang.

Sebab, ada masyarakat NTT yang takut terjadi tsunami besar, sehingga khawatir tinggal di rumahnya yang dekat pantai.

"Nah, ini kami pastikan bahwa pemerintah Indonesia melalui BMKG itu mampu memberikan peringatan dini tsunami akibat gempa ini kurang dari 3 menit sesuai dengan protokol internasional," ujar dia.

"Kita akan menyampaikan informasi, kemudian masyarakat dapat melakukan tindakan penyelamatan atau aksi dini. Di sini kita tentunya perlu memperkuat terkait dengan SOP untuk evakuasinya, kemudian juga rambu-rambu evakuasi," sambung Teuku.

Baca juga: Dorong Pemenuhan Kebutuhan Warga, Mendagri Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Pulau Palue

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto memastikan kekuatan gempa susulan yang terjadi di NTT pasti lebih kecil dari gempa utama M 7,7.

"Tidak ada gempa susulan yang lebih besar dari gempa utamanya. Gempa utamanya sudah 7,7, dan itu sudah menjadi gempa yang memiliki maksimum magnitudo yang terjadi di Back Arc Thrust. Back Arc Thrust itu punya potensi magnitudo di sana 7,8. Sekarang sudah rilis 7,7," kata Wijayanto.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Lima Hari di NTT, Mendagri Pastikan Negara Hadir untuk Korban Gempa
• 5 jam lalu
0
thumb
288 Hektar Lahan di Sulteng Hangus, Kebakaran Terus Meluas
• 17 jam lalu
0
thumb
Praperadilan Kedua Febrie Adriansyah, Gugat Penetapan Tersangka dan Penahanan
• 20 jam lalu
0
thumb
Badan Intelijen Negara Buka Pendaftaran STIN 2026, Ada 100 Formasi
• 27 menit lalu
0
thumb
Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Ditutup Imbas Kebakaran Hutan Tahura R Soerjo
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.