Akses Pejalan Kaki Bawah Tanah Bundaran HI 24 Persen Rampung, Investasi Rp 200 M

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

PT MRT Jakarta (Perseroda), melalui anak usahanya PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ), mengejar progres pembangunan proyek Extended Concourse atau akses pejalan kaki bawah tanah Bundaran HI hingga 24 persen pada Agustus 2026.

Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta, Ferdiansyah Roestam, mengatakan progres proyek tersebut mencapai 21,46 persen pada Juli 2026. Perusahaan mengejar target peresmian pada Juni 2027.

"Agustus kita akan kejar ke 24,8 persen, di tahun ini direncanakan di 45 persen harus selesai semua karena ini adalah multi years project akan berlanjut untuk diselesaikan target kami di Mei 2027, agar bisa diresmikan di Juni 2027," ungkapnya saat MRTJ Fellowship Program 2026, Rabu (19/8).

Ferdiansyah mengungkapkan, proyek ini didanai melalui kontribusi Koefisien Lantai Bangunan (KLB) beberapa pengembang di sekitar Bundaran HI dengan total Rp 200 miliar termasuk pajak.

Dana KLB ini salah satu skema pembiayaan kreatif (creative financing) yang wajib dibayarkan pengembang, yang memiliki bangunan melebihi batas maksimal KLB yang diizinkan dalam aturan tata ruang.

"Total kontribusi KLB Rp 200 miliar, digunakan Rp 150 miliar untuk konstruksi, kemudian sisanya adalah untuk konsultan perencana dan konsultan pengawas. Nilainya cukup masif ya kontribusinya dari dana KLB beberapa pengembang," jelas Ferdiansyah.

Proyek Extended Concourse Bundaran HI memiliki luas 4.439 meter persegi (m2). Area ini berada tepat di bawah Halte Transjakarta Bundaran HI yang akan terhubung langsung dengan Stasiun MRT Bundaran HI.

Ferdiansyah menyebutkan proyek ini akan memuat 24 area multifungsi yang bisa dikembangkan sebagai fungsi komersial, F&B, gaya hidup (lifestyle), layanan, hingga tenant-tenant partnership.

Perusahaan mencanangkan akses pejalan kaki ini juga akan terhubung melalui dua muara, yakni muara satu tersambung dengan Plaza Indonesia dan Hotel Grand Hyatt Jakarta, sementara muara dua tersambung dengan Hotel Pullman Jakarta dan Wisma Nusantara.

"Extended Concourse harus bisa mengubah ruang transit jadi ruang multifungsi untuk melayani orang-orang yang bergerak. Dia disiapkan untuk bisa tersambung melalui knockdown panel yang ada ke Plaza Indonesia dan juga ke Wisma Nusantara," tutur Ferdiansyah.

Selain menjadi area multifungsi, Extended Concourse Bundaran HI juga diperlukan untuk mendukung peningkatan trafik penumpang setelah beroperasinya proyek MRT Jakarta Fase 2 dari Bundaran HI menuju Monas bahkan hingga Kota Tua.

"Area ini untuk mendukung ridership yang akan diestimasikan mengalami peningkatan kurang lebih 6.000 riders di stasiun Bundaran HI menyambut extension rute Bundaran HI yang akan diteruskan ke Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas, dan juga dipersiapkan sampai ke Stasiun Jakarta Kota Tua," ungkap Ferdiansyah.

Proyek sedalam 18 meter di bawah permukaan tanah ini diharapkan dapat rampung menjelang HUT Kota Jakarta ke-500 tahun alias 5 abad. Nantinya, aksesibilitas pejalan kaki akan disiapkan dengan beberapa eskalator, tangga, maupun elevator atau lift.

"Di muara satu akan ada satu eskalator dan satu tangga, kemudian akan ada 1 lift di muara sisi barat atau sisi Plaza Indonesia dan Grand Hyatt, kemudian di sisi timur kita akan ada eskalator dan tangga," tandasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polri Raih Rekor MURI lewat Penanaman Bawang Putih Serentak di 279,53 Hektare Lahan
• 11 jam lalu
0
thumb
BMKG Pastikan Tak Ada Gempa Lebih Besar dari M 7,7 di NTT
• 44 menit lalu
0
thumb
Ahli: Hukum & Ekonomi Kerakyatan Harus Kembali Jadi Arah Pembangunan Indonesia
• 13 jam lalu
0
thumb
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dapat Remisi 2 Bulan di HUT Ke-81 RI
• 17 jam lalu
0
thumb
Pakar Sebut Penyelesaian Blok Tanamalia Butuh Ruang Dialog dan Kepastian Hukum
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.