jpnn.com - JOMBANG - KH Abdussalam Shohib atau biasa disapa Gus Salam mengakhiri tiga rangkaian silaturahmi dengan keluarga besar dan kerabat di Kediri dan Jombang, Jawa Timur.
Gus Salam pun makin percaya diri untuk ikut bersaing pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama; menjadi Ketum PBNU 2026-2023, setelah mendapat restu dari keluarga besar tiga poros pesantren besar.
BACA JUGA: Adi Prayitno Nilai Isu Politik Uang Menjelang Muktamar Ke-35 NU Sangat Ironis
“Saya maju (mencalonkan/dicalonkan sebagai ketum) bukan untuk mengejar jabatan, tetapi untuk khidmah. Bismillah," ujar Gus Salam.
Tiga poros pondok pesantren (PP) besar yang dimaksud, yakni:
BACA JUGA: Gus Miftah: Istana Hormati Muruah Ulama, Tak Intervensi Muktamar NU
- PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang,
- PP Lirboyo Kediri,
- PP Al-Falah Ploso, Kediri.
Gus Salam adalah cicit pendiri PP Lirboyo, Mbah KH Abdul Karim dari jalur ibu. Kakaknya, KH Oing Abdul Muid Shohib menjadi salah satu pengasuh di PP Lirboyo.
“Maksud dan tujuan saya sama. Mohon izin, nasehat, restu, dan do’a para masyayikh untuk berikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU periode 2026-2031,” ujar Gus Salam.
Bagi Gus Salam, meminta restu ke keluarga Bani Bishri, Lirboyo, dan Al-Falah Ploso adalah bagian dari adab.
Ketiga pesantren itu merupakan poros penting dalam sejarah NU. Gus Salam juga bersilaturahmi kepada ulama-kiai di berbagai daerah.
"NU ini besar karena barokahnya para kiai. Fakta konstitusi bahwa NU didirikan oleh ulama pondok pesantren. Tanpa restu dan doa mereka, NU bukan apa-apa. Ini ikhtiar saya agar kepemimpinan PBNU ke depan tetap berakar pada tradisi Aswaja dan pesantren,” ujarnya.
Puncak dari silaturahmi Gus Salam dengan keluarga besar ponpes itu ialah saat Keluarga Besar Bani Bishri Syansuri memberikan izin dan restu kepada Gus Salam.
"Ini bukan sekadar restu, tetapi amanah. Melanjutkan perjuangan Mbah KH Bishri Syansuri, muassis-pendiri untuk berkhidmah menjaga NU, menjaga ideologi dan tradisi, dan menjaga umat demi kemashlahatan,” kata Nyai Hj. Muflichah Shohib, sesepuh Bani Bishri yang hadir.
“Kami berdo’a dan berpesan kepada Gus Salam. Jika dia dipercaya menjadi Ketua Umum PBNU harus benar-benar menjalankan tanggung jawab, memberi teladan dan istikamah berkhidmah untuk umat sebagaimana diteladankan Mbah Bishri,” imbuhnya.
Pelaksanaan muktamar ke-35 NU dijadwalkan 27-31 Agustus 2026. (*/jpnn)
Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan





Komentar (0)