PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menanggapi diluncurkannya program Motor Listrik Nasional (Molinas) dan dampaknya terhadap akselerasi pertumbuhan kredit kendaraan bermotor listrik berbasis baterai alias electric vehicle (EV).
Presiden Direktur PT BCA Finance, Petrus Karim, mengatakan pertumbuhan kredit kendaraan listrik pada dasarnya terus meningkat, bahkan menyaingi kendaraan konvensional atau Internal Combustion Engine (ICE).
Meski demikian, kata Petrus, perusahaan masih mempelajari terlebih dahulu program Molinas sebelum akhirnya menyesuaikan program pembiayaan dan menentukan target dari program tersebut.
"Mengenai Molinas, kami belum bisa berkomentar apa-apa karena ini juga baru ya, jadi kita masih mempelajari. BCA sebagai bank yang besar kita pasti akan mendukung program-program pemerintah," ujar Petrus saat konferensi pers BCA Expo 2026, Rabu (19/8).
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan atau kredit kendaraan listrik oleh multifinance pada Juni 2026 tumbuh 34,7 persen secara tahunan menjadi Rp 24,6 triliun. Sementara pembiayaan kredit mobil baru atau bekas pada periode yang sama terkontraksi 3,25 persen.
Petrus mengungkap, portofolio kredit kendaraan listrik BCA Finance mencapai 15 persen, meningkat cukup signifikan dari tahun sebelumnya yang sebesar 7 persen.
"Betul yang disampaikan OJK pertumbuhan EV lebih besar daripada pertumbuhan ICE karena EV pemainnya banyak sekali, mereknya banyak sekali, jadi pertumbuhannya automatically lebih besar. Kita pun di BCA dulunya tahun lalu [portofolio] 7 persen, tahun ini sudah 15 persen-an," jelasnya.
Dari total penjualan kendaraan bermotor, BCA Finance melihat konsumen saat ini sudah condong terhadap EV maupun hybrid atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dengan semakin banyaknya pilihan yang ditawarkan oleh pabrikan.
Sementara itu EVP Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn, menyatakan perusahaan masih mempelajari sekaligus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait program Molinas yang baru saja diluncurkan awal Agustus 2026.
"BCA bisa melihat program itu program yang sesuai dengan kebutuhan nasabah dan seperti apa ya, karena ini kan juga tidak hanya tergantung kita, tapi tergantung produsen kendaraannya, jadi stakeholders-nya itu ada beberapa pihak," tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berencana mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan. Caranya dengan meluncurkan ekosistem motor listrik nasional.
Selain itu, Prabowo mengumumkan akan memberikan insentif untuk satu juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh pengusaha Indonesia.
Kebijakan ini mempunyai tiga tujuan sekaligus: menurunkan biaya kendaraan bagi rakyat, mengurangi konsumsi bahan bakar impor, dan membesarkan industri motor listrik nasional beserta rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, serta layanan purnajualnya.
"Insentif ini adalah investasi untuk menjadikan rakyat Indonesia pasar pertama bagi karya anak Indonesia. Setiap motor listrik buatan Indonesia yang melaju di jalan raya adalah tiga kemenangan sekaligus: penghematan bagi keluarga, pengurangan impor energi, dan pekerjaan bagi anak bangsa," ucap Prabowo.






Komentar (0)