Terindikasi Judol, 1,49 Juta Penerima Bansos Ditangguhkan! Mensos Beri Peringatan Keras

disway.id
53 menit lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Sosial (Kemensos) memperketat pengawasan terhadap penggunaan bantuan sosial (bansos) setelah menemukan data penerima yang terindikasi berkaitan dengan transaksi judi online (Judol)

Sebanyak 1,49 juta penerima bansos dilaporkan ditangguhkan dalam proses penyaluran karena terindikasi memiliki keterkaitan dengan aktivitas judi online.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa bansos diberikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, bukan untuk digunakan dalam aktivitas judol.

BACA JUGA:Ketika Fathimah BEM UI Menangis karena Prihatin Kondisi Rakyat yang Dijajah Pemerintah Sendiri

"Jadi intinya kita akan terus melakukan sosialisasi edukasi kepada keluarga penerima manfaat (KPM) untuk benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan yang sudah ditentukan. Jangan digunakan untuk main judol," tegas Menteri yang akrab disapa Gus Ipul tersebut kepada media di kantor Kemensos, Jakarta, pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Lebih lanjut, Gus Ipul juga turut menambahkan bahwa Kemensos juga membuka ruang klarifikasi bagi KPM yang datanya terindikasi terkait transaksi judi online. 

Jika setelah proses klarifikasi ditemukan bukti adanya penggunaan bansos untuk judol, penyaluran bantuan akan dihentikan.

"Kita tentu pada akhirnya memberikan sanksi untuk tidak akan kita salurkan (bansos) lagi, kita nonaktifkan itu," ucap Gus Ipul.

BACA JUGA:Fathimah BEM UI Sentil HUT ke-81 RI: Apakah Rakyat Indonesia Benar-Benar Sudah Merdeka?

Nantinya, klarifikasi dapat dilakukan melalui pemerintah desa maupun pendamping sosial untuk memastikan apakah transaksi benar dilakukan oleh yang bersangkutan atau identitasnya digunakan pihak lain.

Menurut Kepala Pusdatin Kemensos, Joko Widiarto, indikasi transaksi tidak selalu berasal dari penerima bansos.

Transaksi dapat ditemukan pada anggota keluarga lain yang terhubung dengan data penerima dalam satu KK, seperti anak, suami, istri, maupun cucu.

"Jadi kita cek dalam satu keluarga ini, ada tidak yang main judi online. Ketahuanlah ada anaknya ternyata, ada suaminya. Mungkin penerima bansosnya tidak main, tapi ternyata anaknya," jelas Joko.

Untuk menjaga akurasi data sendiri, Kemensos memberikan kesempatan kepada KPM yang terindikasi untuk melakukan klarifikasi melalui aplikasi SIKS-NG pendamping dan operator desa/Dinsos.

BACA JUGA:Sukses, Benecol Rangkul Komunitas dan Food Creator Resmikan Deklarasi Merdeka PARPOL

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Danantara Ikut Rapat Perpres Ojol, Ini Hal yang Dibahas
• 11 jam lalu
0
thumb
Lanjutkan Peninjauan, Mendagri Tito Karnavian Menyerahkan Bantuan Duka di Desa Waekokak Nagekeo
• 13 jam lalu
0
thumb
El Nino Sangat Kuat Ancam Karhutla, Menteri Kehutanan Perkuat Mitigasi dan Koordinasi dengan BMKG
• 5 jam lalu
0
thumb
Fadjar Donny Eks Direktur Bea Cukai Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Ekspor CPO
• 18 jam lalu
0
thumb
Hindari Nikah Siri, Kemenag: Ini Potensi Pelanggaran yang Sering Terjadi
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.