NTB Sigap Kirim Bantuan untuk NTT, Pengalaman Gempa 2018 Jadi Pelajaran

jpnn.com
54 menit lalu
Cover Berita

jpnn.com, LOMBOK - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bergerak cepat merespons gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kurang dari 24 jam setelah instruksi diberikan, puluhan personel, tenaga kesehatan, armada, alat berat hingga bantuan logistik telah dihimpun untuk diberangkatkan ke wilayah terdampak.

BACA JUGA: Berduka Bersama Korban Gempa Flores, Pemkab Tuban Batalkan Pesta Kemerdekaan RI

“Beberapa saat setelah gempa, kami sudah langsung berkomunikasi dengan Gubernur NTT, Pak Melki, untuk menyampaikan kesiapan NTB membantu. Kami langsung petakan apa yang paling dibutuhkan dan sumber daya apa yang bisa segera kita gerakkan,” kata Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, Selasa (18/8).

Gempa bumi berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Flores, NTT, pada Sabtu, 15 Agustus 2026 mengakibatkan 68 orang meninggal dunia dan 213 orang mengalami luka-luka.

Beberapa wilayah terdampak antara lain Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende, dan Flores Timur. Sedangkan daerah yang masuk wilayah NTB seperti Bima dan Dompu dinyatakan berstatus waspada.

Gubernur Iqbal mengatakan, fase-fase awal setelah terjadinya gempa sangat menentukan keberhasilan penanganan bencana. Karena itu, kecepatan membangun komunikasi, memetakan kebutuhan darurat, dan menggerakkan sumber daya menjadi hal yang tidak bisa ditunda.

“Pengalaman menghadapi gempa NTB 2018 mengajarkan kami bahwa dalam situasi bencana, kecepatan mengambil keputusan dan ketepatan bantuan menjadi sangat penting,” tambah Iqbal.

Bukan kali ini saja Iqbal terlibat langsung dalam manajemen kebencanaan dalam gempa besar.

Sebelum menjabat Gubernur NTB, dia pernah memimpin langsung penanganan terhadap gempa besar saat menjabat Duta Besar RI untuk Turki pada 2019–2023.

Ketika gempa berkekuatan 7,8 SR mengguncang Turki selatan dan Suriah pada 6 Februari 2023, Iqbal memimpin KBRI Ankara dalam mengevakuasi ratusan WNI.

Tim KBRI yang dipimpinnya ketika itu menempuh perjalanan darat sekitar 17 jam menuju wilayah gempa dan telah berada di empat daerah terdampak sejak hari kedua.

Sebanyak 123 orang berhasil dievakuasi dari empat titik, sementara Iqbal kemudian memindahkan pusat koordinasinya ke Adana untuk mengkoordinasikan kedatangan empat pesawat kemanusiaan Indonesia.

Kini, gerak cepat merespons gempa NTT menempatkan NTB sebagai provinsi pertama yang mengirimkan bantuan ke NTT.

Selain faktor kemanusiaan, respons cepat tersebut, kata Iqbal, adalah bagian dari Kerjasama Regional Bali, NTB, dan NTT (KR-BNN) untuk membangun kesiapsiagaan bersama sebagai wilayah yang sama-sama memiliki risiko tinggi gempa bumi.

“NTB memiliki tanggung jawab untuk hadir secepat mungkin membantu provinsi tetangganya. Kita punya komitmen bersama di Kepulauan Nusa Tenggara atau Sunda Kecil. Bali, NTB dan NTT tidak hanya memiliki kepentingan bersama dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi, tetapi juga menghadapi pada mitigasi bencana,” kata Iqbal. (flo/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mas Dar Sampai Mengancam Pecat PPPK yang Bekerja Ala Kadarnya
• 22 jam lalu
0
thumb
Paripurna DPR Tetapkan Nuzran Joher Jadi Ketua Ombudsman 2026-2031
• 15 jam lalu
0
thumb
BPK Apresiasi Transformasi Kementerian Hukum, Dorong Penguatan Tata Kelola
• 16 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Anggarkan Subsidi Energi Capai Rp 272 Triliun, Naik 20% pada 2027
• 11 jam lalu
0
thumb
Kebon Jeruk 3, Surganya Suku Cadang Motor yang Eksis Sejak 1970-an
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.