REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Kehutanan mengumumkan kabar gembira berupa kelahiran seekor bayi gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang berstatus kritis terancam punah. Peristiwa langka ini terjadi di Pusat Konservasi Gajah Jalur 21 di Padang Sugihan, Sumatera Selatan, pada 17 Agustus, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, Daniwari Widiyanto, menyatakan bahwa anak gajah berjenis kelamin jantan tersebut merupakan keturunan dari induk betina bernama Lestari dan pejantan bernama Gapula. Ia menyebut momen ini sebagai anugerah alam yang sangat bermakna bagi upaya pelestarian satwa liar dilindungi di Indonesia, terutama karena hadir di hari bersejarah kemerdekaan bangsa.
Proses persalinan yang berlangsung di bawah pengawasan ketat tim medis dan pawang (mahout) diperkirakan terjadi antara pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Kondisi anak gajah terpantau sehat dan kuat, dibuktikan dengan kemampuannya untuk langsung berdiri tegak dan menyusu secara normal tak lama setelah dilahirkan.
Penanganan Intensif Pasca-Kelahiran
Mengingat cuaca yang cukup terik di area terbuka pusat konservasi, tim medis segera melakukan tindakan perawatan khusus. Petugas telah menyiapkan tempat berlindung yang memadai, memastikan ketersediaan air minum, serta menyediakan fasilitas memandikan untuk mengatur suhu tubuh dan menjaga stamina induk serta anak gajah.
Dokter hewan dan para pawang terus melakukan pemantauan ketat terhadap pasangan induk dan anak tersebut. Pakan harian Lestari diperkaya dengan nutrisi esensial dan buah-buahan sebagai suplemen tambahan guna mempercepat proses pemulihan fisiknya pasca-melahirkan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Untuk menjamin pertumbuhan dan perkembangan anak gajah secara optimal, BKSDA Sumatera Selatan telah menerapkan protokol pemantauan intensif selama 24 jam. Tim lapangan secara berkelanjutan mencatat setiap perkembangan perilaku, respons fisik, dan kondisi fisiologis kedua gajah sesuai dengan prosedur standar kesehatan untuk satwa liar di penangkaran.
Daniwari Widiyanto menegaskan bahwa keberhasilan kelahiran ini menjadi bukti nyata komitmen bersama antara Kementerian Kehutanan dan BKSDA Sumatera Selatan. Upaya ini bertujuan untuk melestarikan spesies gajah Sumatera, memastikan populasinya terus berkembang biak dan tetap terlindungi secara berkelanjutan di habitatnya.
Komentar (0)