Dari Berlin ke Jakarta, SBY dan Pelukis Jerman Satukan Pesan Perdamaian

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia sekaligus HUT ke-499 DKI Jakarta, SBY Community Art (SAC) menggelar kembali pameran lukisan dengan tema Art for Peace and a Better Future. Pameran akan digelar di Galeri Emiria Soenassa dan Oesman Effendi, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 19-30 Agustus 2026.

“Tema tahun ini masih sama dengan sebelumnya. Masih sebagai kelanjutan visi yang dicanangkan SBY selaku penggagas komunitas, bagaimana keprihatian beliau terhadap perdamaian serta kepedulian lingkungan hidup yang masih belum baik,” tutur Ketua Koordinator Pameran SBY Art Community (SAC) 2026, Ediwan Prabowo, di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, 18 Agustus 2026.

Pameran akan menampilkan 150 karya lukisan dari 27 seniman Indonesia, termasuk karya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Berbeda dari penyelenggaraan pameran sebelumnya, tahun ini menghadirkan kolaborasi dengan pelukis asal Jerman, Christoper Lehmpfuhl, serta lima pelukis cilik berkebutuhan khusus.

Kehadiran pelukis asal Jerman yang mewakili Konrfeld Galerie Berlin tersebut bermula pada 2024. Saat itu, galeri miliknya mendapatkan undangan email dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin yang berisikan ketertarikan SBY terhadap karya-karyanya dan keinginan untuk mengunjungi studio Christopher.

“Tema pameran ini menarik perhatian saya karena membawa pesan perdamaian, masa depan yang lebih baik, dan demokrasi. Saya pikir penting dan masuk akal bagi saya  berada di sini sekaligus menjadi jembatan antara dua budaya,” tutur Christoper Lehmpfuhl.

Baca Juga :

Injourney Meriahkan HUT ke-81 RI dengan Gelar Kesenian Rakyat


SBY Community Art (SAC) kembali menggelar pameran lukisan dengan tema Art for Peace and a Better Future di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta. Metro TV/Arini

Teknik melukis Christoper menjadi salah satu hal yang mencuri perhatian. Dia menggunakan tangannya sendiri sebagai kuas untuk membentuk karya di atas kanvas yang menghasilkan goresan seni timbul yang mencirikhaskan identitasnya.

Sementara itu, Kurator Pameran, Gie Sanjaya mengatakan penyatuan 27 seniman dalam pameran tersebut menjadi ruang bagi setiap seniman untuk membawa identitas masing-masing dalam satu tema yang sama.

(Arini Noviawati Gunawan)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bukan Cuma Jualan Sayur, Insanul Fahmi Dikabarkan Tak Punya Mobil Sampai Pinjam ke Wardatina Mawa
• 5 jam lalu
0
thumb
Bahlil Minta Fraksi Golkar Kawal RAPBN 2027 agar Program Prabowo Selaras dengan Anggaran
• 2 jam lalu
0
thumb
DPR Rampungkan 28 Undang-Undang, RUU Perampasan Aset Dapat Atensi Perkuat Substansi
• 15 jam lalu
0
thumb
Komisi IV DPR Minta Kemenhut Gercep Tangani Karhutla: Jangan Tunggu Api Besar
• 11 jam lalu
0
thumb
Dapur Umum Kemensos Layani Ribuan Korban Gempa di Sikka dan Manggarai
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.