Dapur Umum Kemensos Layani Ribuan Korban Gempa di Sikka dan Manggarai

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Sosial terus berusaha menjamin kebutuhan dasar korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terpenuhi. Setelah Nagekeo, dapur umum Kemensos kini juga beroperasi di Kabupaten Sikka dan Manggarai untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi.

Di Kabupaten Sikka, dapur umum Kemensos beroperasi di GOR Samador, Desa Madawat, Kecamatan Alok. Dapur umum yang beroperasi mulai Minggu (16/8) tersebut memproduksi sekitar 4.500 bungkus makanan setiap hari yang didistribusikan dalam tiga kali waktu makan.

Sementara di Kabupaten Manggarai, dapur umum mulai beroperasi pada Senin (17/8) di Kecamatan Reok. Sebanyak 3.000 bungkus makanan disiapkan setiap hari untuk dua kali waktu makan.

Dengan kapasitas tersebut, dapur umum Kemensos di Sikka dan Manggarai saat ini menyiapkan sekitar 7.500 bungkus makanan setiap hari bagi masyarakat terdampak.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan pengoperasian dapur umum terus disesuaikan dengan kondisi pengungsian dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

“Dapur umum terus kita operasikan untuk melayani masyarakat yang masih berada di pengungsian. Kebutuhan makanan harus tersedia, begitu juga tenda, pakaian, selimut dan kebutuhan kelompok rentan,” kata Gus Ipul.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 1.237 orang tercatat mengungsi di Kabupaten Sikka. Empat orang meninggal dunia, delapan orang mengalami luka berat dan enam orang luka ringan.

Sementara di Kabupaten Manggarai, sebanyak 13.885 jiwa tercatat mengungsi. Sebanyak 27 orang dilaporkan meninggal dunia, 32 orang mengalami luka berat dan 104 orang luka ringan. Data tersebut masih terus diperbarui seiring asesmen dan pendataan di lapangan.

Pengoperasian dapur umum di Sikka dan Manggarai melanjutkan pelayanan yang telah berjalan di Kabupaten Nagekeo. Dapur umum Kemensos di Desa Danga, Kecamatan Aesesa, Nagekeo, mulai beroperasi pada Senin (17/8) dan saat ini memproduksi sekitar 2.000 bungkus makanan per hari untuk dua kali waktu makan.

Dengan beroperasinya tiga dapur umum tersebut, kapasitas produksi makanan Kemensos di Nagekeo, Sikka, dan Manggarai mencapai sekitar 9.500 bungkus per hari.

“Kapasitas dapur umum kita sesuaikan dengan jumlah masyarakat yang membutuhkan. Tim juga masih terus melakukan asesmen. Kalau di satu titik kebutuhannya bertambah, tentu pelayanan akan kita sesuaikan,” ujar Gus Ipul.

Kemensos saat ini sedang menyiapkan perluasan pelayanan dapur umum ke wilayah terdampak lainnya di Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ngada.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Cara Mengenali Orang yang Berbohong Menurut Psikologi dan Detektif
• 9 jam lalu
0
thumb
Pigai: Masyarakat Papua Boleh Tuntut Kesejahteraan Asal Bukan Merdeka
• 14 jam lalu
0
thumb
Potret Bobby Kertanegara Curi Perhatian di Istana, Termasuk Titiek Soeharto hingga El Rumi
• 22 jam lalu
0
thumb
Merasa BPJS Dikutik-Kutik! Megawati Sentil Menkes hingga Menkeu, Minta BPJS Tetap Ada
• 13 jam lalu
0
thumb
Jonatan Christie Menilai Persaingan Tunggal Putra Dunia Kian Merata karena Pemain Muda Melesat
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.