JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah ibu-ibu menyetop rombongan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat melintasi Kampung Kajulaki, Jalan Jenderal Sudirman, Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026).
Para ibu itu langsung mengerumuni mobil yang ditumpangi Mendagri sembari menyampaikan keluh kesah akibat gempa, salah satunya kondisi rumah yang rusak.
"Pak seperti ini semua kondisi rumah di sini, Pak," kata salah satu warga saat Mendagri turun dari mobil, sebagaimana siaran pers Pusat Penerangan Kemendagri RI yang diterima Kompas.com.
"Ini keadaan air yang kami minum, Pak," sahut warga lainnya.
Baca juga: Update Gempa NTT: 70 Orang Meninggal, 132 Luka-luka
Melihat hal tersebut, Tito pun mendengarkan keluhan warga satu per satu, mulai dari kekurangan air bersih hingga kebutuhan logistik.
Ia juga memastikan akan menyampaikan keluhan tersebut kepada kementerian/lembaga terkait.
"Ya Ibu, mohon maaf, nanti bupati juga saya sampaikan secepat mungkin didata tiap orang rumahnya, desa ini rumahnya siapa, kemudian rusak ringan, sedang, atau berat," ujar Tito.
Baca juga: Update Dampak Gempa NTT, 19.297 Rumah Rusak di 8 Kabupaten
Bantuan rumah rusak Rp 15 juta hingga Rp 70 jutaTito memberitahu bahwa pemerintah menyiapkan bantuan bagi warga terdampak gempa.
Melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat stimulus biaya perbaikan rumah mulai dari Rp 15 juta hingga Rp 70 juta.
"Karena nanti yang rusak ringan itu dibantu oleh BNPB, pemerintah, ada nanti dikasih tahu," tutur Tito.
Baca juga: Cedera, 7 Korban Gempa NTT Dievakuasi ke Labuan Bajo Pakai Helikopter
Di sisi lain, Tito sempat bertanya kepada warga perihal aliran listrik di rumah masing-masing, masih padam atau sudah menyala.
Tito siap meneruskan keluhan warga kepada Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Listrik Negara (PLN) jika aliran listrik masih padam.
"(Listrik) Hidup Pak sudah," jawab warga.
Usai bertukar sapa dengan warga, Tito kemudian mencari Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat dan menitipkan bantuan Rp 50 juta untuk dibagikan kepada warga.
"Ibu kuat ya, ini siapa ini? Ketua RT-nya, ya? Titip ini ada Rp 50 (juta), bagi-bagi ya," tutup Tito.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT






Komentar (0)