JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo menyampaikan bahwa jumlah korban jiwa akibat gempa M 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 70 orang.
"Sampai dengan hari ketiga kemarin pukul 23.30 (waktu setempat), total korban adalah 202 orang, yang meninggal dunia 70 orang," ujar Bramantyo dalam konferensi pers secara daring melalui YouTube BNPB, Selasa (18/8/2026).
Selain korban jiwa, tercatat juga sebanyak 40 orang mengalami luka berat dan 92 lainnya luka ringan.
Baca juga: Mendagri Minta Pemda Percepat Data Sekolah-Rumah Ibadah Rusak akibat Gempa NTT
"Luka-luka 132 orang yang kami catat. Luka berat 40, luka ringan 92. Sampai dengan hari ini, hari keempat, pagi tadi sampai dengan hari ini dan kegiatan yang telah kami lakukan adalah melaksanakan penyisiran di wilayah-wilayah yang terdampak," jelasnya.
Bramantyo mengatakan, tidak ada lagi laporan warga yang masih dinyatakan hilang atau masuk dalam daftar pencarian.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan menyampaikan, tercatat terjadi 2.119 gempa susulan.
Berton menjelaskan bahwa gempa susulan terbesar 6,2 magnitudo dan gempa susulan terkecil 1,3 magnitudo.
Baca juga: Update Dampak Gempa M 7,7 NTT: 7.968 Rumah dan 744 Fasum-Infrastruktur Rusak
"Magnitudo yang terbesar adalah 6,2 dan yang terkecil adalah 1,3. Di atas lima ada 24 kali," tutur dia.
Berton menuturkan, aktivitas gempa masih fluktuatif dan pola peluruhan juga belum terlihat secara jelas.
"Diperkirakan kondisi ini akan mulai stabil dalam dua sampai tiga minggu ke depan," tutur dia.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Komentar (0)